Showing posts with label Venezuela. Show all posts
Showing posts with label Venezuela. Show all posts

Tuesday, 20 December 2016

PABRIK MOBIL FORD DITUTUP UNTUK SEMENTARA WAKTU DI VENEZUELA

Perusahaan mobil Ford menghentikan produksinya di Venezuela minggu lalu dan akan dibuka kembali bulan April tahun depan karena krisis ekonomi yang dihadapi negara tersebut. "Ini adalah salah satu cara untuk mengendalikan produksi terhadap permintaan negara ini", kata Lyle Watters, Presiden Ford Amerika Selatan dalam sebuah event di Sao Paulo Brasil. 


Penutupan industri mobil tersebut akan berpengaruh pada pendapatan bagi 2000 pekerja dalam industri tersebut. Situasi ini membawa dampak buruk bagi Venezuela.

Lyle juga menyatakan bahwa penghentian produksi di Venezuela tidak akan mempengaruhi produksi Ford karena produksi Ford di Venezuela sudah dipisahkan dari produksi Ford secara umum. Bulan Januari 2015, Ford mengumumkan bahwa produksi Ford di Venezuela mengalami kerugian sebesar US$ 700 juta dalam empat triwulan. Walaupun demikian Ford terus berproduksi, bahkan menjadi satu-satunya produksi mobil yang masih bekerja walaupun dalam jumlah yang terbatas sampai akhirnya dihentikan minggu lalu. Ford memproduksikan sebanyak 2253 mobil sampai november tahun ini di Venezuela. 


Sumber: elfinanciero.com.mx

Saturday, 17 December 2016

AMERIKA LATIN 2016: ROUESSEFF TURUN, PERJANJIAN DAMAI DI KOLOMBIA, KETIDAKPASTIAN DI KUBA DAN VENEZUELA

Tahun 2016 merupakan tahun yang penuh gejolak di Amerika Latin. Bahkan ada yang mengatakan tahun 2016 merupakan tahun penuh air mata bagi beberapa negara di kawasan ini.


Brasil yang menjadi tuan rumah Olimpiade mengalami pergolakan politik yang membuat arah politik di Brasil tidak menentu. Di tengah protes skandal korupsi, masyarakat Brasil turun ke jalan raya menuntut Dilma Rousseff turun dari jabatannya sebagai presiden.  Tanggal 17 April 2016 Dewan Perwakilan Rakyat Brasil menyetujui proses impeachment terhadap Rousseff. Dan di bulan Mei, sidang Paripurna Senat Brasil secara resmi menanggalkan status Rousseff sebagai Presiden Brasil dan diganti oleh Michel Temer, yang dituduh oleh Dilma sebagai konspirator pencopotan dirinya dari presiden. Tidak hanya Dilma, Lulo da Silva juga dibawa ke pengadilan atas skandal korupsi selama masa pemerintahannya. 

Sementara di Kolombia, Presiden Juan Manuel Santos bersama pemimpin FARC Rodrigo Londono "Timochenko" menandatangani perjanjian damai setelah berperang selama 52 tahun. Yang menyakitkan perjanjian damai tersebut ditolak oleh masyarakat Kolombia melalui sebuah referendum yang memaksa pemerintahan Santos dan FARC harus memodifikasi kembali perjanjian damai tersebut. Melihat kemajuan dalam perjanjian damai tersebut pasukan gerilya Ejercito de Liberacion Nacional (ELN) juga memulai pembicaraan dengan Presiden Santos untuk mengakhiri konflik antara mereka. Perjanjian damai antara Pemerintah dan pasukan pemberontak FARC dan ELN diakhiri dengan dinobatkannya Presiden Juan Manuel Santos sebagai orang yang pantas menerima Nobel Perdamaian tahun 2016. 

Di lautan Karibia, Kuba mengalami peristiwa sejarah yang tidak terlupakan. Bulan Maret 2016 Barack Obama mengunjungi Kuba. Sebuah kunjungan bersejarah setelah 88 tahun kepala negara Amerika Serikat tidak pernah mengunjungi negara tersebut. Kunjungan tersebut menandakan terbukanya hubungan diplomatik antara Kuba dan Amerika Serikat. Di bulan November, Kuba berkabung atas kepergian Bapak Revolusioner Kuba Fidel Castro. Kepergian Fidel Castro menandai sebuah era baru bagi Kuba untuk menentukan arah politik dan perekonomian ke depan. 

Di Venezuela krisis ekonomi dan politik semakin mencuat. Krisis barang kebutuhan dasar, inflasi yang menggila, dan penangkapan tokoh oposisi masih mewarnai Venezuela. Masyarakat oposisi menuntut supaya diadakan referendum untuk menurunkan Presiden Maduro dari kekuasaannya. Tetapi proses tersebut ditolak oleh badan pemilihan umum di negara tersebut. Situasi politik dan ekonomi yang tidak menentu membuat Venezuela dicabut keanggotaanya dari MERCOSUR oleh negara-negara anggota, karena tidak memenuhi kewajibannya sebagai negara anggota. 

Meksiko mengalami guncangan politik dalam diplomasinya dengan Amerika Serikat. Terpilihnya Donald Trump sebagai presiden Amerika Serikat yang adalah "anti pendatang" dari Meksiko membuat hubungan diplomatik kedua negara semakin panas. Apalagi Trump dalam kampanyenya berjanji untuk membangun tembok di perbatasan antara Meksiko dan Amerika Serikat.

Hal yang menyedihkan bagi kebanyakan fans futbol Amerika Latin adalah jatuhnya pesawat yang membawa tim sepak bola Chapecoense Brasil di Kolombia. Sebanyak 71 penumpang meninggal dan hanya 6 orang saja yang selamat. Yang menyedihkan bagi banyak orang adalah kecelakaan tersebut disebabkan oleh kurangnya persedian bahan bakar pesawat dalam perjalanan tersebut. 

Dari berbagai sumber
Benny Kalakoe
BSD


Thursday, 15 December 2016

MENLU VENEZUELA DITOLAK HADIR DALAM RAPAT MERCOSUR DI ARGENTINA

Pada tanggal 1 Desember 2016 Venezuela ditolak keanggoataannya dalam organisasi MERCOSUR karena tidak memenuhi beberapa kewajiban mendasar sebagai anggota misalnya masalah hak asasi manusia dan pembagian kekuasaan dalam pemerintahan di Venezuela berdasarkan statuta organisasi tersebut. Penolakan tersebut berbuntut pada pertemuan Rencana Kerja MERCOSUR tanggal 14 Desember 2016 di Argentina.


Argentina yang ditunjuk sebagai negara yang memimpin MERCOSUR secara temporal  memanggil negara-negara anggota, yakni Brasil, Paraguay dan Uruguay serta Bolivia (yang dalam proses untuk menjadi anggota penuh organisasi tersebut), untuk melaksanakan Rapat Kerja Tahunan MERCOSUR. Sementara Venezuela tidak diundang karena sudah tidak dianggap sebagai negara anggota lagi. 

Menlu Venezuela, Delcy Rodriguez, yang menolak keputusan tersebut bersih kukuh untuk datang menghadiri rapat tersebut, karena merasa masih sebagai anggota MERCOSUR. Kedatangannya ke rapat tersebut mendapat penolakan dari bagian keamanan rapat tersebut. Delcy melaporkan kekerasan yang dihadapinya oleh pihak kepolisian Argentina atas penolakan kehadirannya dalam rapat tersebut dan menyatakan bahwa ada kesepakatan terselubung dalam MERCOSUR yang membenci Venezuela.

Sementara Menlu Argentina Susana Malcorra,  setelah mengadakan pertemuan khusus dengan Menlu Venezuela Delcy Rodriguez bersama Menlu Bolivia Choquehuanca, menyatakan bahwa MERCOSUR tidak memiliki niat yang tidak baik akan keanggotaan Venezuela di organisasi tersebut. Mereka hanya mengharapkan supaya Venezuela memenuhi persyaratan-persyaratan yang telah disepakati dalam MERCOSUR. Malcora menyatakan bahwa negara-negara anggota MERCOSUR tidak bisa menikmati perlakuan istimewa sebagai anggota kalau tidak memenuhi kewajiban-kewajiban mereka sebagai anggota. 

Presiden Venezuela Nichola Maduro menyatakan bahwa penolakan MERCOSUR terhadap negaranya merupakan bagian dari konspirasi internasional yang dilakukan oleh negara-negara beraliran kanan di MERCOSUR yakni Argentina, Brasil dan Paraguay.

Sumber:
http://www.efe.com/efe/america/portada/cancilleres-de-venezuela-y-bolivia-llegan-a-argentina-por-reunion-mercosur/20000064-3124249
http://www.republica.com.uy/venezuela-convoco-para-hoy-a-una-reunion-del-mercosur/591918/
http://elmundo.com.bo/web2/index.php/noticias/index?id=argentina-asume-presidencia-del-mercosur-sin-venezuela

Benny Kalakoe

Monday, 2 March 2015

VENEZUELA PERINTAHKAN USA KURANGI STAF DIPLOMATNYA DI CARACAS


Sejak hari Senin kemarin (3 Maret 2015) Presiden Nicolaz Maduro, melalui Menlu Venezuela Delcy Rodriguez, memerintahkan Kedutaan Amerika Serikat di Caracas untuk mengurangi personal diplomatiknya menjadi hanya sebanyak 17 orang dalam 15 hari ke depan. Hal tersebut disampaikannya sebagai reaksi terhadap sanksi yang diberikan Washington kepada diplomat Venezuela di Amerika Serikat. Akhir tahun lalu Amerika Serikat menyatakan bahwa pemerintahan Obama tidak akan takut memberikan sanksi kepada diplomat Venezuela yang terlibat dalam berbagai aksi kekerasan dalam menindaki aksi protes mahasiswa di Venezuela. Jumlah diplomatik Venezuela di Amerika Serikat adalah 17 orang. Karena itu jumlah personil diplomat Amerika Serikat di Venezuela juga harus 17 orang. Berdasarkan data pemerintahan Venezuela, ada kurang lebih 100 orang staf diplomat Amerika Serikat di Venezuela.

Hari Sabtu lalu, Presiden Maduro menyatakan bahwa kalangan militer Venezuela telah menangkap beberapa orang Amerika Serikat dalam kegiatan mata-mata. Tetapi pernyataan tersebut tanpa dilanjutkan dengan bukti-bukti yang bisa dipercaya. Sementara kemarin Amerika Serikat menyatakan bahwa mereka cemas dengan situasi Venezuela yang semakin tidak menentu.

Sejak menjadi presiden Venezuela bulan April 2013 lalu, Nicolaz Maduro telah menuduh pihak oposisi sebagai yang bertanggungjawab dalam krisis ekonomi yang dihadapi oleh Venezuela sekarang ini. Maduro menuduh pihak oposisi telah melakukan “perang ekonomi” dengan bantuan Amerika Serikat untuk menghancurkan pemerintahannya. Amerika Serikat sendiri menolak tuduhan tersebut. Sementara pihak oposisi melihat aksi Maduro tersebut sebagai pengalihan masalah, supaya masyarakat percaya bahwa inflasi yang kuat dan kurangnya persediaan barang makanan di Venezuela merupakan aksi kaum oposisi dan Amerika Serikat.

Sumber: Americaeconomia


Thursday, 12 February 2015

KETEGANGAN DI VENEZUELA: DARI MINYAK KE MADURO


Venezuela adalah negara kaya minyak di Amerika Latin. Namun demikian masyarakat Venezuela tidak semuanya kaya. Untuk menghilangkan kesenjangan sosial yang ada, pemerintahan Hugo Chavez berupaya supaya distribusi kekayaan di Venezuela semakin merata melalui berbagai program inklusi sosial bagi masyarakat. Program-program sosial tersebut membutuhkan dana yang besar, karena itu Hugo Chavez menasionalisasikan semua sumber daya alam minyak dan hasilnya diperuntukkan bagi masyarakat Venezuela. Kebijakan Hugo Chavez ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat Venezuela. 

Saat harga minyak dunia tinggi, Venezuela menikmati aliran dolar yang begitu tinggi. Semua program sosial pemerintah mendapat dana dari aliran dolar tersebut. Bukan hanya itu, sebanyak hampir 70% kebutuhan hidup masyarakat Venezuela diimpor. Bahkan harga bensin/solar di Venezuela dijual dengan harga yang begitu murah, hanya 0,2 US$ per liter karena mendapat subsidi dari pemerintah. 

Sekarang ini, harga minyak dunia turun, hampir 60% dari harga biasanya. Harga minyak dunia yang turun menyebabkan aliran dolar ke Venezuela juga semakin menurun. Dampaknya sudah mulai dirasakan sekarang ini. Inflasi meningkat sampai 63,3%. Pasokan atau persediaan barang makanan dan kebutuhan-kebutuhan dasar lainnya semakin berkurang. Masyarakat sudah mulai merasakan bahwa kebutuhan dasar mereka sudah mulai jarang. Program-program sosial sudah mulai pelan-pelan dihentikan karena aliran dana sudah mulai berkurang.


 Di tengah situasi ekonomi yang terpuruk, konflik politik antara pemerintahan Maduro dengan pihak oposisi dan mahasiswa terus meningkat. Pemerintahan Presiden Maduro mulai melancarkan aksi bahwa yang membuat persediaan makanan dan kebutuhan dasar semakin berkurang di Venezuela adalah pasar gelap yang didukung oleh pihak oposisi. Beberapa hari lalu, Maduro mulai mengintervensi pasar yang dibuat oleh jaringan toko persediaan “Dia a Dia” dan jaringan farmasi “Farmatodo” dengan memenjarakan beberapa orang penting dari perusahaan tersebut. Mereka dituduh memasukkan barang impor ke pasar gelap dan membuat antrian di toko mereka begitu panjang. 

Tidak hanya itu Maduro juga melancarkan serangan politik ke Joe Biden, Wakil Presiden Amerika Serikat. Joe Biden dituduh mempersiapkan aksi kudeta untuk menyingkirkan Maduro dari tahta kepresidenannya. Selain itu Maduro juga menuduh tiga eks-presiden Amerika Latin yakni Felipe Calderon (mantan Presiden Meksiko), Andres Pastrana (Mantan Presiden Kolombia), dan Sebastian Pinera (Mantan Presiden Chili) yang diundang oleh pihak oposisi ke Venezuela, sebagai “grupos de vagos” (kelompok orang tidak jelas) dan dilarang ke masuk ke Venezuela.  Panitia yang mengundang ketiga mantan presiden tersebut ke Venezuela dituduhnya sebagai kelompok teroris yang menggalang dana dari narkotrafik untuk melancarkan aksi mereka.


 Melihat krisis politik dan ekonomi Venezuela sekarang ini, banyak orang berpaling dan berharap kepada pemerintahan Maduro. Banyak ahli perekonomian melihat bahwa kekayaan yang dimiliki oleh Venezuela selama ini tidak digunakan untuk sesuatu yang produktif oleh pemerintahan Venezuela. Artinya kekayaan tersebut hanya dihambur-hamburkan ke masyarakat miskin tanpa mengajak mereka untuk menghasilkan sesuatu. Bahkan pemerintah memanjakan mereka dengan mengimporkan hampir 70% barang kebutuhan dasar mereka. Program subsidi minyak yang begitu besar membuat pemerintah Venezuela kehilangan dana sekitar $US 10.000 juta setiap tahunnya. Apabila Presiden Maduro mampu mengendalikan alokasi kekayaan minyak bumi Venezuela ke sesuatu yang produktif maka seharusnya Venezuela menjadi negara yang kaya. Krisis seperti sekarang pasti tidak akan terjadi. 

Mengumbar-umbar krisis ekonomi sebagai sabotase politik dan menuduh kaum oposisi seperti yang dibuat oleh Presiden Maduro sekarang ini, hanya membuat situasi di Venezuela semakin tegang. Justru sebaliknya dia harus mengajak pihak oposisi untuk duduk bersama serta mencari jalan keluar mana yang seharusnya dibuat ke depan demi masyarakat Venezuela. Kuba yang merupakan sekutu utama Venezuela sudah merasakan pentingnya relasi yang baru dengan Amerika Serikat karena mereka tidak bisa bergantung lagi dengan Venezuela karena krisis dalam negeri Venezuela. Situasi ini seharusnya dilihat oleh Pemerintahan Maduro untuk merestruturisasi kembali situasi ekonomi dan politik di Venezuela demi masa depan Venezuela yang lebih baik.



Thursday, 5 February 2015

KRISIS MAKANAN DI VENEZUELA MULAI DIRASAKAN MASYARAKAT


Krisis ekonomi, terutama kekurangan bahan makanan, mulai dirasakan oleh masyarakat Venezuela. Krisis inflasi dan ketergantungan besar pada produk impor membuat masyarakat harus antri untuk mendapatkan barang yang mereka inginkan.

 Ketua Aliansi Nasional Pengguna Jasa dan Konsumen Venezuela (ANAUCO = Alianaza Nacional de Usuarios y Consumidores), Roberto Leon Parilli, mengatakan bahwa kekurangan barang terjadi di semua sektor di Venezuela. Dia menyatakan bahwa enam dari sepuluh orang Venezuela harus antri untuk membeli bahan makanan tanpa harus membedakan status sosial mereka. Bahkan dia menegaskan bahwa seorang bapak keluarga sudah mulai merasakan sulitnya mendapat barang makanan yang diperlukan untuk konsumsi keluarga mereka. Situasi ini menyebabkan antrian yang begitu panjang dan harga barang makanan yang lebih mahal daripada harga yang sesungguhnya. 

Lembaga konsumen ini juga melakukan penelitian langsung ke perusahaan-perusahaan di bidang produsen makanan di Venezuela bulan Januari 2015 lalu. Dan hasil penelitian mereka menunjukkan bahwa hasil produksi perusahaan swasta menurun 100%, sementara perusahaan pemerintah menurun hampir 50%. Banyak perusahaan yang mengalami kesulitan dalam hal suku cadang sehingga perusahaan mereka bakal gulung tikar dalam waktu yang tidak lama lagi.  

BSD, 5-2-15

Thursday, 18 December 2014

AMERIKA SELATAN DAN PRESIDEN PERIODE KEDUA ATAU KETIGA

Peta politik Amerika Selatan (Kolombia, Venezuela, Ekuador, Peru, Bolivia, Chile, Argentina, Brasil, Paraguay dan Uruguay) sangat erat kaitannya dengan para presiden yang dipilih oleh rakyat Amerika Selatan. Sebagian besar presiden yang terpilih adalah presiden yang terpilih kembali untuk jabatan yang kedua kalinya bahkan ada yang ketiga kalinya.
Presiden Bolivia Evo Morales dan Presiden Ekuador bertahta sebagai presiden untuk periode yang ketiga kalinya (walaupun Evo Morales menyebutnya sebagai yang kedua). Sementara Presiden Brasil, Dilma Rousseff; Presiden Uruguay, Tabare Vasquez; Presiden Chile, Michelle Bachelet; Presiden Argentina, Cristina Fernandez; Presiden Kolombia,Jose Manuel Santos; bertahta untuk periode kedua sebagai presiden. Hanya Peru, Venezuela dan Paraguay yang dipimpin oleh kepala negara baru.
Yang paling menarik adalah semua mantan presiden di Amerika Selatan mencoba keberuntungan mereka untuk menjadi presiden kedua kalinya. Alan Garcia (mencalonkan diri sebagai presiden untuk ketiga kalinya)  dan Alejandro Toledo di Peru sudah memulai kembali pencalonan diri mereka dalam pemilu 2016. Sementara Presiden Ollanta Humala berusaha untuk mencalonkan istrinya sebagai capres dalam pemilu yang sama. Sebastian Pinera di Chile juga menunjukkan kemauannya untuk mencalonkan diri sebagai capres dalam pemilu presiden yang akan datang. Nicolas Maduro di Venezuela sudah pasti akan mencalonkan diri kembali dalam pemilu presiden yang akan datang.
Situasi ini membawa banyak pertanyaan tentang demokrasi di Amerika Selatan. Apakah pencalonan mereka sebagai presiden untuk periode yang kedua kalinya dan keberadaan mereka sebagai presiden terpilih membawa manfaat bagi perkembangan demokrasi di Amerika Selatan atau justru melemahkan proses demokrasi? Lalu apa yang menyebabkan situasi ini terjadi?
Kenyataan politik di Amerika Selatan adalah partai-partai politik (tradisional dan modern) tidak berhasil mengkaderkan pemimpin-pemimpin baru dengan idealisme baru. Para pemimpin partai politik lebih banyak berpikir tentang dinasti monarki partai daripada pemimpin yang demokratis. Partai politik tidak dibangun sebagai sebuah sistem tetapi lebih pada figur siapa yang memimpin. Kharisma pemimpin menjadi kunci utama daripada kinerja kerjasama internal partai. Hal ini tidak memunculkan pemimpin-pemimpin muda yang baru dan penuh idealisme yang merakyat. Di Peru, Alberto Fujimori menjadikan anak perempuannya Keiko Fujimori sebagai “Ibu Negara” yang kemudian mencalonkan diri sebagai presiden, namun gagal menjadi presiden. Demikian juga almarhum Nestor Kirchner mendaulat istrinya Cristina Fernandez sebagai capres dan berhasil menjadi presiden.
Sementara masyarakat pemilih yang sebagian besar merupakan kelas menengah ke bawah tidak bisa memilih secara bebas. Kurangnya pendidikan dan kemiskinan membuat suara mereka pasti mengarah kepada pemimpin yang memberikan mereka “makan” atau “uang” atau janji pendidikan gratis. Peran uang masih sangat kental dalam hal siapa yang akan mereka pilih. Selain itu juga, masyarakat Amerika Selatan berprinsip kalau yang sekarang sudah lebih baik, mengapa harus memilih yang belum dikenal? Calon-calon presiden dari partai oposisi biasanya orang-orang yang tidak dikenal track-recordnya. Ada pepatah di masyarakat yang menyatakan “mas vale votar al diablo conocido” artinya “lebih baik memilih setan yang sudah dikenal” daripada yang belum dikenal.
Apakah para presiden yang terpilih untuk kedua kali atau ketiga kalinya bisa membawa kesejahteraan dan mengembangkan demokrasi di Amerika Selatan? Waktu akan membuktikannya, bila mereka belajar dari pengalaman mereka sebagai kepala negara untuk membangun negaranya lebih baik atau lebih buruk. 
Benny Kalakoe

Friday, 7 November 2014

EKONOMI DAN ARAH INTEGRASI AMERIKA LATIN


Arah perdagangan Amerika Selatan akan mengalami perubahan yang cukup signifikan. Para Menlu dari Mercosur dan Aliansi Pasifik mengadakan rapat di Cartagena (Kolombia) pada hari Sabtu lalu (tanggal 1 November 2014), dan mereka menyetujui adanya sebuah zona ekonomi baru antara Petrocaribe, ALBA, Mercosur, dan Caricom seperti yang disampaikan oleh Menlu Venezuela, Rafael Ramirez. Informasi tersebut disampaikannya setelah mengikuti rapat tersebut dan menyatakan bahwa hasil rapat tersebut sangat baik untuk terus mengintegrasikan Amerika Latin.
Menlu Venezuela menyatakan bahwa kehadirannya dalam rapat tersebut untuk mendengar berbagai rencana pembangunan di Amerika Latin. Dia juga menyatakan bahwa Venezuela sudah terlibat dengan aktif di berbagai organisasi seperti Unasur dan CELAC yang masih harus terus diperkuat kerjasamanya. Menurutnya organisasi-organisasi yang ada akan berkembang apabila ditemukan model yang ideal dan masyarakat bisa memanfaatkannya.
Ketika disinggung mengenai peran yang diperankan Venezuela tentang perdamaian di Kolombia, Ramirez menyatakan bahwa Venezuela menghormati Negara Kolombia. Karena itu Venezuela menerima petisi yang dibuat oleh perantara perundingan dan mendukung upaya perdamaian dan menghentikan aksi kekerasan. Dia menekankan juga bahwa kekerasan bukanlah jalan keluar yang dikehendaki oleh masyarakat.
Sumber berita: Ultimas Noticias

Wednesday, 18 June 2014

BERBAGAI MASKAPAI MEMBATALKAN DAN MENGURANGI PENERBANGAN MEREKA KE VENEZUELA

Berbagai maskapai penerbangan internasional membatalkan dan mengurangi penerbangan mereka ke Venezuela karena Venezuela memiliki utang kepada berbagai maskapai internasional sebanyak kurang lebih US$ 4.000 juta dari hasil penjualan tiket. Sejak 11 tahun lalu, pemerintah Venezuela mewajibkan pembelian tiket pesawat hanya dengan mata uang bolivar lalu ditukar menjadi divisa ke penerbangan tersebut Pusat Perdagangan Luar Negeri Nasional (CENCOEX).


Situasi ini membuat maskapai penerbangan Air Canada dan Alitalia membatalkan penerbangan mereka ke Venezuela. Sementara maskapai lainnya mengurangi penerbangan mereka antara 15-80%. Maskapai American Airlines misalnya akan mengurangi frekuensi penerbangan sebanyak 80% ke Venezuela sejak tanggal 1 Juli 2014, karena utang yang belum dibayar oleh pemerintah Venezuela sebesar US$ 750 juta sejak tahun 2013 lalu. Maskapai American Airlines yang terlah beroperasi selama 25 tahun ke Venezuela mengambil keputusan tersebut karena mereka tidak menemukan jalan keluar atas masalah tersebut.

Sementara itu, untuk mengatasi masalah tersebut, pemerintah Venezuela baru-baru ini sudah mencairkan uang sebanyak US$ 486 juta untuk membayar utang kepada 6 maskapai penerbangan yang menerima beberapa kondisi yang ditetapkan oleh pemerintah Venezuela. Selain itu pemerintah Venezuela juga akan mengeluarkan semacam mata uang untuk pembelian tiket pesawat yang dikenal dengan nama SICAD di mana US$ sama dengan 50 bolivares.

Benny Kalakoe
19 Juni 2014

Tuesday, 17 June 2014

SITUASI SOSIOEKONOMIS BEBERAPA NEGARA DI AMERIKA LATIN 2014


Indikator sosioekonomis beberapa negara besar di Amerika Latin

Amerika Latin
Chile
Meksiko
Argentina
Venezuela
Kolombia
Peru
Brazil
Jumlah penduduk
570,3
17,8
111,9
41,66
30,9
47,1
30,9
198,04
Rata-rata harapan hidup
75,1
79,3
77,1
76,1
74,6
73,9
74,2
73,8
Tahun sekolah
8
9,7
8,5
9,3
7,6
7,3
8,7
7,2
Indeks Pembangunan Manusia
0,75
0,82
0,76
0,81
0,75
0,72
0,74
0,73
Nominal PBI (ribuan juta dolar)
5.539
259
1.190
382,7
290
346
184
2.471
PBI per kapita (US$)
10.607
17.717
10.461
17.446
11.982
10.852
10.936
12.951
Keadilan distribusi hasil pembangunan
54,3
52,1 (2009)
48,3 (2008)
44,5 (2010)
44,8 (2006)
55,9 (2010)
48,1 (2010)
54,7 (2009)
 Catatan:             
·         Indeks Pembangunan Manusia nilai tertinggi adalah 1.
·         Keadilan distribusi hasil pembangunan 0-100 (0 paling tidak adil 100 paling adil).
Sumber: Econolatin, Consensus Forecasts, The Economist,y FMI.

Prediksi Makromagnitud negara-negara di Amerika Latin


PBI
Inflasi
Keseimbangan Keuangan yang sedang berjalan
Saldo dari Sektor Publik

2014
2015
2014
2015
2014
2015
2014
2015
Chile
4,0
4,3
2,9
3,0
-3,2
-2,9
-0,9
-0,7
Meksiko
3,3
3,7
3,8
3,4
-1,4
-1,3
-3,5
-3,0
Argentina
0,6
2,3
24,5
23,0
-0,5
-0,3
-2,9
-2,3
Venezuela
0,5
1,9
52,2
40,4
5,5
2,9
-4,9
-3,8
Kolombia
4,7
4,6
3,1
3,1
-3,5
-3,4
-2,3
-1,9
Peru
5,6
6,0
2,8
2,5
-4,6
-4,1
-0,1
0,1
Brazil
2,0
2,3
6,0
5,7
-3,4
-3,3
-3,7
-3,2
Sumber: CESLA

Indeks Cara Bernegosiasi di beberapa negara Amerika Latin (2014)


Amerika Latin
Chile
Meksiko
Argentina
Venezuela
Kolombia
Peru
Brazil
Pembukaan Bisnis (2014)
Jumlah proses yang dilewati
9
7
6
14
17
9
5
13
Waktu (hari)
36,1
5,5
6
25
144
9
25
107,5
Biaya (% biaya per kapita)
33,0
0,7
19,7
19,9
35,6
7,5
10,1
4,6
Modal minimum (% biaya per kapita)
3,6
0
0
5,7
0
0
0
0
Perdagangan dengan negara lain
Waktu untuk mengekspor (hari)
17
15
11
12
56
14
12
13
Biaya ekspor (dalam $ per konteiner)
1.238
980
1.450
1.650
3.490
2.355
890
2.215
Waktu untuk mengimpor (hari)
19
12
11
30
82
13
17
17
Biaya impor (dalam $ per konteiner)
1.676
935
1.740
2.260
3.695
2.470
1010
2.275
Daftar Kepemilikan Usaha
Jumlah proses
7
6
7
7
8
7
4
14
Waktu (hari)
65,0
31
74
53,5
38
13
6,5
30
Biaya (% dari modal usaha)
6,0
1,3
5,3
6,6
2,5
2
3,3
2,6
Akses Kredit
Pembukaan untuk registrasi publik (% orang dewasa)
12,8
37,4
0
41,9
0
0
31,7
50,4
Indeks hak-hak hukum legal
6
6
6
4
2
5
7
3
Indeks informasi tentang kredit
3
5
6
6
5
5
6
5
Pemenuhan Kontrak
Jumlah proses yang dilewati
40
36
38
36
30
34
41
44
Waktu (hari)
734
480
400
590
610
1.288
426
731
Biaya (% dari utang yang dituntut)
31,0
28,6
31
20,5
43,7
47,9
35,7
16,5
Penyelesaian Masalah Bisnis
Waktu (tahun)
2,9
3,2
1,8
2,8
4
1,7
3,1
4
Rata-rata pengembalian ( juta dolar)
31,4
30
67,6
30,8
6,5
70,3
27,7
19,5


Sumber: Bank Dunia

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Sweet Tomatoes Printable Coupons