Tuesday, 20 December 2016

PABRIK MOBIL FORD DITUTUP UNTUK SEMENTARA WAKTU DI VENEZUELA

Perusahaan mobil Ford menghentikan produksinya di Venezuela minggu lalu dan akan dibuka kembali bulan April tahun depan karena krisis ekonomi yang dihadapi negara tersebut. "Ini adalah salah satu cara untuk mengendalikan produksi terhadap permintaan negara ini", kata Lyle Watters, Presiden Ford Amerika Selatan dalam sebuah event di Sao Paulo Brasil. 


Penutupan industri mobil tersebut akan berpengaruh pada pendapatan bagi 2000 pekerja dalam industri tersebut. Situasi ini membawa dampak buruk bagi Venezuela.

Lyle juga menyatakan bahwa penghentian produksi di Venezuela tidak akan mempengaruhi produksi Ford karena produksi Ford di Venezuela sudah dipisahkan dari produksi Ford secara umum. Bulan Januari 2015, Ford mengumumkan bahwa produksi Ford di Venezuela mengalami kerugian sebesar US$ 700 juta dalam empat triwulan. Walaupun demikian Ford terus berproduksi, bahkan menjadi satu-satunya produksi mobil yang masih bekerja walaupun dalam jumlah yang terbatas sampai akhirnya dihentikan minggu lalu. Ford memproduksikan sebanyak 2253 mobil sampai november tahun ini di Venezuela. 


Sumber: elfinanciero.com.mx

KERJASAMA PERDAGANGAN EKUADOR-UNI EROPA BERLAKU TANGGAL 1 JANUARI 2017

Setelah bernegosiasi selama 9 tahun, akhirnya Presiden Ekuador Rafael Correa menandatangani perjanjian perdagangan Ekuador dengan Uni Eropa yang belaku resmi tanggal 1 Januari 2017. Setelah disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat Ekuador, perjanjian tersebut ditandatangani oleh Presiden Rafael. Sementara parlemen Eropa sudah menyutujuinya minggu lalu. 


Perjanjian perdagangan tersebut meliputi persetujuan perdagangan hasil pertanian, kecuali pisang, industri perikanan, hak intelektual, layanan dan mekanisme pertahanan komersial. Uni Eropa merupakan tujuan ekspor utama Ekuador di luar minyak bumi.  Namun demikian banyak masyarakat Ekuador mempertanyakan perjanjian tersebut karena akan merugikan para produsen dan petani kecil.

Ekuador mengikuti Colombia dan Peru yang sudah sejak 2013 lalu memiliki perjanjian perdagangan dengan Uni Eropa. Diharapkan perjanjian perdagangan ini bisa meningkatkan pendapatan kedua belah pihak dan juga meningkatkan hubungan politik yang semakin baik bagi keduanya.

Sumber: La Gestion dan El Comercio

PEMIMPIN GEREKA KATOLIK BOLIVIA MENOLAK PENCALONAN EVO SEBAGAI CAPRES LAGI

Gereja Katolik Bolivia menyatakan penolakannya terhadap kemauan Presiden Evo Morales untuk mencalonkan dirinya kembali sebagai capres tahun 2019 dan meminta Evo untuk menghormati hasil referendum rakyat Bolivia yang menolak pencalonan dirinya sebagai calon presiden bulan Februari lalu. "Bukan masalah partai beraliran kanan, beraliran kiri atau tengah, melainkan masalah mengetahui dan mengingat bahwa pada tanggal 21 Februari tahun ini, masyarakat Bolivia berbicara dan oleh karena itu siapa saja harus menghormati kata-kata masyarakat tersebut", kata Mgr. Aurelio Pesoa, Sekjen Konferensi Para Uskup Bolivia, kemarin, Selasa, 20 Desember 2016.


Pernyataan hirarki Gereja Katolik Bolivia tersebut terjadi di tengah krisis partai oposisi yang masih pecah untuk melakukan perlawanan atas kemauan Evo Morales, yang telah menjadi presiden Bolivia sejak tahun 2006 lalu.

Pemerintahan Bolivia mengevaluasi dan mencalonkan Evo Morales kembali sebagai capres tahun 2019 karena menurut mereka, hasil referendum Februari lalu dianggap sebagai "kampanye kotor" dari pihak oposisi yang menuduh Evo Morales memiliki seorang anak dengan seorang ibu yang merupakan tangan kanan dari perusahaan-perusahaan China di Bolivia. Hasil penyelidikan ternyata anak tersebut tidak ada, sementara mantan pasangan Evo Morales tersebut sudah ditahan dan diperiksa karena memiliki pendapatan ilegal.

"Masyarkat yang berbicara, jika masyarakat tidak memiliki informasi tersebut bukanlah tanggung jawab masyarakat, melainkan tanggung jawab para aktor politik yang diberi hak untuk menunjukkan kebenaran atau mengatakan apa yang seharusnya diketahui oleh masyarakat, dan itulah hasil ekspresi pendapat masyarakat", kata Pesoa untuk mengeritik alasan pemerintah atas pencalonannya kembali.

Sejak menjadi Presiden Bolivia, Evo mengambil jarak dengan para pemimpin Gereja Katolik di Bolivia dan menuduh Gereja Katolik sebagai pendukung aliran kanan di negara tersebut. Yang mengagetkan, beberapa hari lalu Evo Morales menyampaikan selamat HUT kepada Paus Fransiskus lewat twitternya dengan menyatakan "Bolivia menyalami Anda. Negara Besar ini bangga memiliki seorang Paus yang sangat humanis dan revolusioner".

Sumber: El Universo dan La Gestion


CHINA MENINGKATKAN KERJASAMA DENGAN AMERIKA LATIN DAN KARIBIA

Pemerintahan China meningkatkan hubungan bilateral dalam berbagai bidang dengan negara-negara Amerika Latin dan Karibia. Setelah mengunjungi Amerika Selatan (Ekuador, Peru dan Chile) untuk ketiga kalinya, Presiden Xi Jinping membuat sebuah dokumen yang berisikan berbagai rencana pengembangan relasi bilateral dengan negara-negara di kawasan Amerika Latin dan Karibia. "Dokumen tersebut menunjukkan pentingnya kawasan ini dalam politik luar negeri dan ekonomi China", kata juru bicara Kemenlu China, Geng Shuang. Menurutnya dokumen tersebut akan memperbaiki dan meningkatkan hubungan China dengan kawasan tersebut. 


Dokumen tersebut tidak hanya berisikan peningkatan kerjasama dalam bidang ekonomi tetapi juga dalam bidang politik, kebudayaan dan hukum / pengadilan. Pemerintah China juga menekankan pentingnya kerjasama perdagangan dalam TPP (Trans-Pacific Partnership) yang menurut Donald Trump tidak penting bagi Amerika Serikat. 

Sementara itu, Xu Shicheng, direktur Institut Studi Amerika Latin dari Akademi Pengetahuan Sosial China, menyatakan bahwa dokumen tersebut merupakan sebuah rencana baru terutama dalam hal struktur perdagangan China di kawasan ini. "Kalau dulu, model perdagangan didasarkan para ekspor bahan prima, dan menurut dokumen tersebut, di masa yang akan datang akan diarahkan pada teknologi yang lebih tinggi sehingga hasil produksi yang ada memiliki nilai tambah", kata Xu. 

Sementara Dubes Kolombia di China, Oscar Rueda,  menyambut positif penerbitan dokumen tersebut yang menunjukkan itikat positif dari Presiden Xi dalam perdagangan bebas dari berbagai kunjungannya ke Amerika Latin. Oscar menyatakan bahwa dokumen tersebut menunjukkan pentingnya Amerika Latin bagi China. 

Sumber: Americaeconomia


SEKTOR KEBUDAYAAN MENGHASILKAN 7% DARI PBI NEGARA-NEGARA AMERIKA LATIN

Sektor kebudayaan menghasilan 7% dari PBI negara-negara Amerika Latin. Situasi ini dilihat sebagai sebuah kesempatan untuk membangun kebudayaan sebagai industri yang bisa menghasilkan pendapatan bagi masyarakat.


Hal tersebut dinyatakan oleh Ernesto Piedras dalam rapat para menteri kebudayaan dari Organisasi Negara-Negara America (OEA). Dia membandingkan bahwa sektor kebudayaan menghasilkan 7% PBI dengan menggunakan 3,6% dari total tenaga kerja yang ada, yang berarti mereka yang terlibat dalam sektor kebudayaan memiliki produktivitas yang tinggi. 

Namun dia juga menyadari kurangnya penghargaan kepada para pelaku di sektor kebudayaan misalnya para artis di mana hak-hak kerja mereka dibatasi, misalnya mereka tidak memiliki jaminan sosial, jaminan pensiun atau asuransi kesehatan. Selain itu masih banyak hal yang harus dikembangkan dalam sektor kebudayaan misalnya kurangnya infrastruktur dan penghargaan yang kurang dari masyarakat atas kebudayaannya sendiri. Tidak mengherankan banyak orang berbakat di Amerika Latin dengan kebudayaannya masing-masing, memilih untuk bekerja dengan talentanya di negara lain, karena di negara lain kebudayaan mereka lebih dihargai dan memiliki nilai yang lebih. 

Dari berbagai sumber
Benny Kalakoe

KRISIS DI VENEZUELA

Krisis politik, ekonomi dan inflasi melanda Venezuela. Kelompok oposisi yang dipenjarakan, persediaan barang kebutuhan dasar yang semakin menipis dan inflasi yang mencapai tiga digit membuat situasi Venezuela semakin tidak menentu.


Beberapa hari lalu pemerintahan Maduro menangkap dan menahan kurang lebih 300 orang yang dianggap pengacau. Kekacauan itu muncul karena pemerintah mengumumkan akan memberlakukan uang bolivar yang baru. Nilai mata uang bolivar yang semakin kecil karena inflasi dan situasi ekonomi yang tidak menentu membuat Maduro harus menggunakan uang bolivar dengan nominal yang lebih tinggi yakni 500, 1000, 2000, 5000, 10000 dan 20.000 bolivares. Krisis nilai mata uang tersebut menimbulkan keresahan di masyarakat. Masyarakat mau menukar mata uang yang lagi beredar yang tidak memiliki nilai yang besar, dengan mata uang baru. Situasi ini menimbulkan chaos di seluruh Venezuela bahkan di beberapa tempat terjadi penjarahan karena krisis bahan makanan. 

Bank Sentral Venezuela menyatakan bahwa mata uang bolivar baru tiba hari Minggu lalu dari Swiss. Kedatangan mata uang baru tersebut diharapkan memberikan ketenangan bagi masyarakat supaya bisa bertransaksi dengan baik. Wakil gubernur Bank Sentral, Jose Khan, menyatakan bahwa sudah tiba di Venezuela mata uang baru sebanyak 13.5 juta lembar bolivares dari mata uang 500 bolivares yang merupakan mata uang terkecil dari mata uang yang baru. Dia juga menyatakan bahwa dalam bulan ini Bank Sentral Venezuela akan menerima lagi 60 juta juta lembar mata uang. 

Nicolas Maduro menyatakan bahwa situasi chaos mata uang bolivar Venezuela disebabkan oleh tindakan para mafia Kolombia untuk pertukaran di pasar gelap. Karena itu Maduro menutup semua perbatasan negaranya untuk menghindari pertukaran uang gelap yang bisa merugikan negaranya. 


Sunday, 18 December 2016

ARGENTINA MEMBUKA PERJANJIAN PERDAGANGAN BEBAS DENGAN INGGRIS

Sejak tahun 1982, Argentina dan Inggris berseteru secara politik atas status kepemilikan Kepulauan Malvinas. Saat itu Argentina yang menganggap Malvinas sebagai wilayahnya, menduduki kepulauan tersebut. Tidak lama setelahnya Inggris menyerang Argentina di pulau tersebut, yang kemudian dikenal sebagai Perang Malvinas dengan korban meninggal sebanyak kurang lebih 900 orang di kedua belah pihak. Inggris menang perang dan kepulauan tersebut diduduki oleh Inggris sampai sekarang ini. Tidak mengherankan hubungan diplomatik kedua negara di dunia internasional selalu berseberangan sampai sekarang ini.


Namun demikian sejak Mauricio Macri jadi presiden Argentina situasi mulai berubah. Walaupun masalah kepemilikan Kepulauan Malvinas merupakan masalah yang belum terselesaikan antara keduanya, Macri mencoba untuk membuka hubungan ekonomi dengan Inggris tanpa harus menghubungkannya dengan masalah politik tersebut.

Setelah berkali-kali bertemu kedua negara tersebut sepakat untuk membuka hubungan ekonomi keduanya melalui Perjanjian Perdagangan Bebas. Inggris yang sedang keluar dari Uni Eropa mencoba untuk memperkuat hubungan dagangnya dengan negara-negara di luar Uni Eropa seperti dengan Argentina, untuk memperkuat perekonomian mereka. Tidak hanya itu, bulan September tahun ini kedua negara setuju untuk bekerja sama dalam hal eksplorasi minyak dan gas, transportasi laut dan perikanan di wilayah seteru Kepulauan Malvinas. Kedua negara juga setuju untuk mengijinkan penerbangan langsung dari Argentina ke kepulauan tersebut yang selama ini dilarang oleh Inggris.

Inggris merupakan negara impor daging sapi jenis premium dari Argentina sejak tahun 2004. Namun impor daging tersebut setiap tahun berkurang sampai akhirnya ditutup tahun 2014. Tidak hanya itu, Inggris juga merupakan negara tujuan ekspor anggur Argentina. Sebanyak 10% anggur asal Argentina diekspor ke Inggris. Situasi perdagangan kedua negara yang selama ini terganggu oleh masalah politik akhirnya mau diatasi oleh Macri dengan meningkatkan hubungan perdagangan tanpa harus meninggalkan masalah politik yang masih harus diselesaikan. 


Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Sweet Tomatoes Printable Coupons