Showing posts with label Perkembangan Ekonomi Amerika Latin. Show all posts
Showing posts with label Perkembangan Ekonomi Amerika Latin. Show all posts

Tuesday, 3 March 2015

EKONOMI AMERIKA LATIN: BUTUH KERJASAMA PEMERINTAH DAN KORPORASI


Bulan Oktober 2014 lalu, Bank Dunia dan IMF melakukan pertemuan tahunan mereka di Lima Peru untuk melihat masalah perkembangan ekonomi yang dihadapi oleh negara-negara di Amerika Latin. Pertemuan tersebut dilaksanakan di Amerika Latin karena melihat potensi yang luar biasa dari kawasan ini untuk menghilangkan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakan di wilayah ini.

Walaupun ada perkembangan ekonomi dalam beberapa waktu belakangan ini mengalami penurunan, namun ada harapan bahwa Amerika Latin sedang berubah. IMF misalnya mengharapkan perkembangan ekononomi di Kolombia, Chile dan Peru akan berkembang dengan baik di tahun 2015 ini. Diharapkan beberapa perusahaan dari Amerika Latin bisa menunjukkan kiprah mereka di dunia internasional tahun ini.

Hal yang menarik adalah, perhatian dunia investasi memberikan perhatian yang lebih ke Amerika Latin. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Bain Capital menunjukkan bahwa volume investasi di wilayah ini mengalami peningkatan sebesar dua kali lipat dalam lima tahun terakhir, dari US$ 169 juta tahun 2008 menjadi lebih dari US$ 2000 juta di akhir tahun 2013. Alasan utama peningkatan tersebut diyakini karena adanya kerjasama yang baik antara perusahaan dengan pemerintahan. Kenyataan menunjukkan bahwa pemerintah yang baik bisa menunjang kerja peerusahaan.

Namun demikian kinerja pemerintahan-korporatif di Amerika Latin masih memiliki catatan-catatan penting yang harus dibenahi. Di bidang pemerintahan misalnya harus memperjelas aturan hukum dengan perusahaan-perusahaan supaya praxis ekonomi dapat berjalan dengan baik. Badan-badan pemerintahan yang menangani perusahaan-perusahaan perlu memperbaiki kinerja mereka supaya bisa menunjang kinerja kerja perusahaan. Secara umum kinerja pemerintahan dalam bidang ekonomi di Amerika Latin dirasakan sangat terbatas oleh masyarakat, terutama di pasar-pasar tradisional dan perusahaan-perusahaan kecil dan menengah.

Karena itu Bank Dunia, dengan bantuan pemerintah Swiss, mencanangkan sebuah proyek dengan pemerintah Kolombia dan Peru, untuk mengatasi berbagai permasalahan ekonomi pemerintah-korporatif di wilayah mereka. Diharapkan kerjasama ini bisa mendeteksi kelemahan yang ada di kedua negara supaya bisa meningkatkan perkembangan dan aktivitas ekonomi di kedua negara.

Di pihak lain, untuk meningkatkan aktivitas ekonomi Amerika Latin di level mundial, perusahaan-perusahaan di wilayah ini perlu melakukan investasi awal yang besar di bidang instalasi, tim kerja dan infrastruktur. Investasi untuk berkiprah dalam kegiatan ekonomi dunia tidak sedikit, karena itu dibutuhkan investasi yang besar.

Disampaikan juga bahwa akses keuangan dunia berusaha menolong perkembangan usaha. Karena itu perlu kerjasama yang baik antara pemerintah dan perusahaan. Kerjasama yang baik antara pemerintah dan perusahaan akan membawa dampak perkembangan ekonomi dalam jangka panjang dan membantu perkembangan dan aktivitas ekonomi di wilayah ini. Masa depan Amerika Latin dalam bidang perekonomia sangat menjanjikan. Kerjasama yang baik antara pemerintah dan perusahaan yang memperhatikan kesejahteraan masyarakat menjadi dasar utama menuju perkembangan yang lebih baik di wilayah ini.

Sumber: Portafolio (Co)

PERDAGANGAN BILATERAL ARGENTINA-BRASIL MENURUN


Perdagangan bilateral Argentina dan Brasil mengalami penurunan sebesar 21%, yang disebabkan oleh menurunnya aktivitas ekonomi kedua negara dan turunnya harga barang-barang pokok di tingkat dunia.

Argentina mengalami deficit perdagangan dengan Brasil sebesar US$ 154 juta. Hal ini disebabkan oleh ketatnya peraturan ekspor-impor dan menurunnya persaingan ekonomi di Argentina. Sementara penjualan Argentina ke Brasil mencapai US$ 814 juta yang merupakan penurunan yang cukup signifikan yakni sebesar 25,6%. Penurunan ini merupakan penurunan terbesar yang kedua di bawah US$ 1000 juta. Di lain pihak, impor Brasil ke Argentina mencapai US$ 968 juta, yang berarti mengalami penurunan sebesar 16,9% bila dibandingkan dengan bulan Februari tahun 2014.

Penurunan perdagangan bilateral kedua negara sangat dipengaruhi oleh menurunnya aktivitas industrial akibat turunnya harga barang ekspor kedua negara di dunia.



Sumber: El Liberal (Ar)

Saturday, 3 January 2015

FLUKTUASI DOLAR DAN NEGARA-NEGARA AMERIKA LATIN


Naik turunnya nilai dolar Amerika Serikat mempengaruhi devisa negara-negara lain di dunia. Namun harus diakui bahwa nilai dolar yang tinggi ataupun rendah tidak selalu membawa dampak yang negatif. Paling tidak itulah yang dialami oleh beberapa negara di Amerika Latin sekarang ini. Nilai dolar yang sedang tinggi sekarang ini di Amerika Latin, paling tidak di beberapa sektor, membawa hal yang positif bagi beberapa negara, tergantung bagaimana mereka mensiasatinya.

Jika nilai dolar lebih rendah daripada nilai mata uang lokal, situasi ini memberi dampak yang positif bagi pelunasan utang luar negeri, membiarkan perusahaan-perusahaan penyediaan modal barang dan jasa untuk mengimpor dengan harga yang lebih murah dalam menjalankan proses produksi, dan lebih lagi impor yang murah memberikan akses kepada masyarakat untuk mengkonsumsi hasil produksi impor lebih murah, yang pada gilirannya akan menstimulus perkembangan ekonomi. Selain itu nilai mata uang lokal yang lebih tinggi daripada nilai dolar membawa dampak psikologis yang tinggi bagi negara-negara di Amerika Latin, meningkatkan tingkat kepercayaan diri mereka dalam mengembangkan perekonomian mereka untuk semakin lebih baik.

Nilai dolar yang lebih tinggi daripada nilai mata uang lokal di Amerika Latin nampaknya tidak membahayakan seperti yang dialami oleh mata uang Rubel Rusia sekarang ini. Walaupun dampaknya tidak terlalu membahayakan namun semua bank sentral di Amerika Latin tetap memberikan perhatian yang kuat dan memiliki perencanaan yang jelas apabila mereka harus mengintervensi pasar uang bila diperlukan untuk menstabilkan nilai mata uang lokal terhadap dolar.

Nilai dolar yang tinggi dibandingkan nilai mata uang lokal sekarang ini sebenarnya tidak selalu membawa dampak negatif bagi negara-negara Amerika Latin. Karena pendapatan mereka dari hasil ekspor pasti akan meningkat (apabila ekspor negara-negara tersebut meningkat). Hal ini juga akan membawa dampak positif bagi industri untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas ekspor mereka. Selain itu jika ekspor meningkat dan harga barang-barang impor tinggi, daya beli masyarakat akan berkurang. Harga-harga yang tinggi dan tingkat ekspor yang meningkat membawa dampak pada tuntutan peningkatan gaji karyawan, dan tuntutan gaji naik akan meningkatkan biaya produksi yang pada gilirannya mengurangi tingkat kompetensi ekspor yang pada awalnya diuntungkan oleh devaluasi. Dalam bidang perkreditan, nilai dolar yang tinggi akan menambah utang luar negeri apabila kredit yang dilakukan dalam mata uang dolar. Situasi ini membuat kredit lebih banyak dilakukan dalam mata uang lokal daripada dalam bentuk dolar.

Namun harus diakui, dari pengalaman nilai dolar yang tinggi daripada nilai mata uang lokal di Amerika Latin, nampaknya memberikan dampak negatif daripada positif. Pengalaman devaluasi tahun 1970-an dan 1980-an masih membekas di beberapa negara di Amerika Latin. Namun harus diingat sekarang ini situasi ini bisa diawasi dan dikontrol oleh berbagai bank sentral di Amerika Latin. Intervensi terhadap fluktuasi nilai dolar bisa dilakukan untuk menjaga perkembangan ekonomi dalam negeri. Namun harus diakui bahwa tidak selamanya intervensi bank sentral tidak selalu menyehatkan perekonomian bahkan bisa saja sebaliknya. Apa yang dibuat oleh pemerintah Rusia dengan meningkatkan suku bunga untuk menstabilkan nilai rubel nampaknya menyakitkan perekonomian Rusia. Intervensi yang diambil tidak hanya membawa dalam kegiatan ekonomi dengan harga yang tinggi tetapi juga gagal untuk menahan jatuhnya nilai Rubel terhadap dolar. Situasi di Amerika Latin tidak seperti yang dialami oleh Rusia sekarang ini. Namun bank-bank sentral setiap negara harus memberikan perhatian yang serius terhadap nilai dolar yang tinggi. Hal ini sangat penting untuk diperhatikan karena nilai dolar yang tinggi mengakibatkan arah kiblat perkembangan ekonomi akan dipegang oleh dolar (Amerika Serikat) dan itu berarti di luar kontrol negara-negara Amerika Latin.

Di luar nilai dolar yang tinggi, masalah penting yang dihadapi oleh negara-negara Amerika Latin adalah harga komoditas yang terus menurun membawa dampak negatif pada pendapatan negara. Di Rusia harga minyak bumi yang menurun menyebabkan sumber utama dolar Rusia menghilang. Situasi ini sebenarnya masih bisa dihadapi oleh negara-negara di Amerika Latin karena tabungan negara sudah tinggi yakni mencapai kurang lebih 19% dari PBI. Ini menunjukkan bahwa negara-negara Amerika Latin memiliki dolar yang cukup untuk mengintervensi pasar uang.

Berhadapan dengan utang luar negeri, kebanyakan negara di Amerika Latin tidak mau berutang dengan mata uang dolar, tetapi dengan mata uang lokal. Hal ini penting supaya saat terjadi devaluasi utang mereka tidak bertambah beberapa kali lipat karena perhitungannya dalam bentuk dolar. Namun harus diakui bahwa banyak perusahaan swasta yang telah meningkatkan utang mereka dalam bentuk dolar karena mereka mengambil kesempatan turunnya suku bunga dolar di Amerika Serikat.

Secara singkat dapat dikatakan bahwa nilai dolar yang semakin tinggi tidak membawa dampak yang cukup kuat bagi kestabilan ekonomi di Amerika Latin. Pengalaman masa lalu dan kesiapan ekonomi di semua negara di Amerika Latin nampaknya bisa mengatasi masalah ini. Namun masalah sesungguhnya adalah siapa yang bisa mengontrol arus perkembangan ekonomi kalau dolar tetap tinggi. Perekonomian Amerika Latin pasti berada dalam tekanan. Hal yang paling penting untuk keluar dari situasi ini sebenarnya adalah bagaimana supaya ekspor bahan baku Amerika Latin memiliki harga yang lebih tinggi. Inilah masalah sesungguhnya dalam perekonomian Amerika Latin sekarang ini.

BSD, 3 Januari 2015
Benny Kalakoe

Friday, 7 November 2014

EKONOMI DAN ARAH INTEGRASI AMERIKA LATIN


Arah perdagangan Amerika Selatan akan mengalami perubahan yang cukup signifikan. Para Menlu dari Mercosur dan Aliansi Pasifik mengadakan rapat di Cartagena (Kolombia) pada hari Sabtu lalu (tanggal 1 November 2014), dan mereka menyetujui adanya sebuah zona ekonomi baru antara Petrocaribe, ALBA, Mercosur, dan Caricom seperti yang disampaikan oleh Menlu Venezuela, Rafael Ramirez. Informasi tersebut disampaikannya setelah mengikuti rapat tersebut dan menyatakan bahwa hasil rapat tersebut sangat baik untuk terus mengintegrasikan Amerika Latin.
Menlu Venezuela menyatakan bahwa kehadirannya dalam rapat tersebut untuk mendengar berbagai rencana pembangunan di Amerika Latin. Dia juga menyatakan bahwa Venezuela sudah terlibat dengan aktif di berbagai organisasi seperti Unasur dan CELAC yang masih harus terus diperkuat kerjasamanya. Menurutnya organisasi-organisasi yang ada akan berkembang apabila ditemukan model yang ideal dan masyarakat bisa memanfaatkannya.
Ketika disinggung mengenai peran yang diperankan Venezuela tentang perdamaian di Kolombia, Ramirez menyatakan bahwa Venezuela menghormati Negara Kolombia. Karena itu Venezuela menerima petisi yang dibuat oleh perantara perundingan dan mendukung upaya perdamaian dan menghentikan aksi kekerasan. Dia menekankan juga bahwa kekerasan bukanlah jalan keluar yang dikehendaki oleh masyarakat.
Sumber berita: Ultimas Noticias

Thursday, 22 November 2012

MENGENAL SITUASI EKONOMI "PASAR TERPADU AMERIKA LATIN"


Berdasarkan laporan penelitian bersama terbaru antara Inteligo, CorpResearch dan Serfinco tentang ekonomi Mercado Integrado Latinoamericano (Pasar Terpadu Amerika Latin), dinyatakan bahwa Peru, Chile dan Kolombia, merupakan tiga negara yang memiliki prospek yang menguntungkan untuk pasar tersebut.

Menurut laporan tersebut, permintaan domestik di ketiga negara tersebut terus meningkat meskipun ada ketidakpastian dalam perekonomian dunia, seperti dampak resiko "kesenjangan pajak" di AS dan krisis utang di Eropa. Sementara di ketiga negara tersebut, berdasarkan laporan terbaru, perkembangan ekonomi tumbuh di atas 4,5%. Dan diperkirakan tahun depan akan terus berkembang. 

Dalam hal inflasi masih bisa dikendalikan dalam tingkat yang efektif dan diharapkan berada di bawah 3,5%. Dalam hal kebijakan moneter, kawasan ini  telah menunjukkan stabilitas dan menjaga berbagai tindakan penting yang diperlukan untuk menjaga stabilitas ekonomi. 

Dalam konteks ini, ketiga negara tersebut mempertahankan pandangan positif fundamental bagi perusahaan-perusahaan besar di wilayah tersebut. Misalnya, di Chile perputaran saham sangat didukung,  di Peru mendukung perusahaan-perusahaan yang mendatangkan keuntungan bagi permintaan domestik, dan di Kolombia hasil positif triwulan ketiga yang mendukung optimismo  pasar diberikan kepada para pemilik saham.

CHILE

                             HASIL OBSERVASI                                    PERKIRAAN
INDIKATOR           2011     1 SEPTEMBER 2012            2012            2013
PDB                           6,0 %               5,4 %                            5,2 %            4,0 %
INFLASI                   4,4 %               2,7 %                            2,5 %            3,0 %
RATA-RATA
 NILAI TUKAR  521,5                492,8                            502,8            490,7
REFERENSI 
SUKU BUNGA  5,25%                5,00%                            5,00%             5,00%

Situasi Makroekonomi Chile. Berdasarkan laporan bulan September kemarin, perkembangan ekonomi meningkat  4,6% bila dibanding bulan yang sama tahun lalu. Padahal diprediksikan peningkatannya tidak lebih dari 3%. Selain itu, inflasi pada bulan Oktober naik 0,6%, lebih tinggi daripada yang diprediksikan sebesar 0,3%. Dengan situasi perekonomian seperti ini bisa dilihat aktivitas dinamiperekonomian lokal, dengan skenario yang tetap menguntungkan.
PDB
• Diharapkan pertumbuhan ekonomi bisa mencapai rata-rata  5,2% untuk tahun 2012.
• Perkiraan ini didasarkan pada pertumbuhan yang diharapkan mencapai 5,4% pada triwulan keempat tahun ini.
Inflasi
• Inflasi mencapai 2,9% pada bulan Oktober.
• Diharapkan bahwa inflasi tahunan turun ke 2,7% ; dengan harapan bahwa bulan November dan Desember inflasi berada dalam posisi 2,5%.
Kebijakan Moneter
• Terus dipertahankan pandangan bahwa bank sentral akan mempertahankan suku bunga kebijakan moneter dalam jangka waktu yang cukup lama.  

PERU

                                       HASIL OBSERVASI                        PERKIRAAN
INDIKATOR                    2011 OKTOBER 2012                     2012            2013
PDB (AGUSTUS 2012)    6,9 %        6,3 %                             6,2 %            6,3%
INFLASI                            4,7 %        3,3 %                             3,2 %            2,5 %
RATA-RATA 
NILAI TUKAR            2,75        2,59                                      2,58             2,55
REFERENSI 
SUKU BUNGA            4,25%        4,25%                              4,25%            4,75%


Situasi makroekonomi  Peru. Kegiatan perekonomian Peru terus menguat meskipun situasi perekonomian internasional cukup kompleks. Diperkirakan pertumbuhan perekonomian Peru  pada tahun 2012 dan 2013 berada pada 6,2% dan 6,3%.
PDB
• Perkembangan PDB pada bulan Agustus meningkat secara signifikan yakni 6,3%. Perkembangan yang paling utama didukung oleh sektor konstruksi  sebesar 17,6%. Kemudian kontribusi dari sektor Keuangan dan Asuransi sebesar 9.5%, dari sektor Jasa untuk Perusahaan  sebesar7,0%. Dengan ini, selama delapan bulan pertama tahun ini, kegiatan perekonomian berkembang sebesar 6,3% bila dibandingkan periode yang sama tahun 2011.
• PDB triwulan keempat tahun ini diperkirakan akan mencapai 6,6%.
Namun, diharapkan pada triwulan ke-4 tahun 2012 aktivitas perekonomian berlangsung moderat karena pertumbuhan investasi swasta yang lebih rendah.
Inflasi
• Inflasi pada bulan Oktober turun 0,16%, di bawah konsensus pasar 0,10%, yang mengakibatkan menurunnya inflasi tahunan menjadi 3,3%.
• Diperkirakan sepanjang akhir tahun ini, tekanan inflasi akan terus menurun. Namun demikian, inflasi akan sedikit di atas kisaran target Bank Sentral (1% -3%).
Kebijakan Moneter
• Bank Sentral mempertahankan suku bunga acuan pada 4,25%, sejalan dengan konsensus pasar.

KOLOMBIA

                                          HASIL OBSERVASI                               PERKIRAAN
INDIKATOR                        2011       TRIWULAN II 2012                    2012         2013
PDB                                        5,9 %             4,9 %                             4,4 %         4,6 %
INFLASI (OKTOBER)        3,73 %             3,06 %                             3,06 %         3,20 %
RATA-RATA 
NILAI TUKAR               1.848,1             1.804,9                     1.820        1.850
REFERENSI 
SUKU BUNGA                4,75 %             5,25 %                             4,75 %         4,50 %


Situasi Makroekonomi Kolombia. Dinamika positif dari permintaan domestik dan pertukaran perdagangan yang menguntungkan, mengakibatkan pertumbuhan ekonomi telah memungkinkan. Namun demikian, situasi internasional dan pengaruhnya terhadap ekspor telah menyebabkan perlambatan dalam perkembangan ekonomi. Dalam skenario ini, kepercayaan konsumen dan penjualan  terus menunjukkan perilaku aktif terhadap permintaan domestik.
PDB
• PDB triwulan kedua tumbuh 4,9%.
• Diharapkan pertumbuhan sebesar 4,4% untuk tahun 2012.
Inflasi
• Pada bulan Oktober, total inflasi tahunan mencapai 3,06% dan inflasi bulan Oktober mencapai 0,16%, 
• Diharapkan inflasi tahunan mencapai 3,06% pada bulan Desember, dalam kisaran target Bank Sentral.
Kebijakan Moneter
• Dipertahankan stabilitas ekonomi dengan nilai intervensi sebesar sebesar 4,75% pada akhir tahun.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Sweet Tomatoes Printable Coupons