Showing posts with label Aecio Neves. Show all posts
Showing posts with label Aecio Neves. Show all posts

Monday, 27 October 2014

DILMA MENJADI PRESIDEN BRASIL LAGI


Dilma Rousseff akhirnya terpilih kembali sebagai Presiden Brasil selama empat tahun ke depan setelah memenangi pilpres tahap kedua pada hari Minggu tanggal 26 Oktober 2014 kemarin. Komisi Pemilihan Umum Brasil menyatakan bahwa dari 99,52% yang masuk, Dilma dari Parta Pekerja memperoleh 51,59% suara sementara lawan politiknya Aecio Neves memiliki 48,41% suara. Neves kemudian menyatakan kekalahannya dan memberikan salam kemenangan kepada Dilma.
Hasil pilpres kali ini memang diprediksikan oleh berbagai kalangan di Brasil bahwa hasilnya tidak akan terlalu jauh berbeda. Perbedaan suara antara kedua kandidat memang tipis. Dalam pilpres tahap pertama memang perbedaannya cukup menyolok. Dilma mendapat 41,59% suara sementara Neves memiliki 33,55% suara. Namun pergolakan kampanye menjelang pilpres tahap kedua membuat persaingan antara keduanya semakin ketat yang akhirnya dimenangkan oleh Dilma.
Dalam konferensi persnya kepala Komisi Pemilihan Umum Brasil, Ricardo Lewandowski, menyatakan bahwa pemilihan umum ini merupakan pesta demokrasi sesungguhnya. Diberitahukan pulah bahwa mereka mencatat ada sekitar 1.052 kecurangan yang terjadi selama masa kampanye sampai pemilihan. Sebagian besar kecurangan tersebut adalah kecurangan melakukan propaganda di tempat pemilihan seperti di sekolah-sekolah yang sudah dilarang keras oleh peraturan pemilihan presiden. 

Benny Kalakoe

Friday, 24 October 2014

LULA: DILMA WAKIL MASYARAKAT BRASIL VS NEVES WAKIL PARA BANKIR


Luiz Inacio Lula da Silva menegaskan bahwa kalau Brasil ingin maju harus memilih Dilma Rousseff. Baginya memilih Neves berarti kembali ke pengalaman masa lalu di mana negara hanya dikuasai oleh sekelompok elit dan hanya memperhatikan kepentingan mereka dan bukan kepentingan masyarakat terutama masyarakat miskin. Lula bahkan menegaskan bahwa Dilma adalah wakil masyarakat Brasil sementara Neves adalah wakil para bankir.

Lula menekankan bahwa Neves yang mewakili para elit di Brasil memiliki tendensi menekan masyarakat miskin di Brasil. Kaum “oligarki” di Brasil ini menolak kemajuan sosial yang dicapai oleh Partai Pekerja di mana kaum miskin memiliki peran sosial dalam ruang publik. Lula juga menyinggung sikap Neves yang tidak menghormati Dilma dalam beberapa debat capres terakhir dan menekankan bahwa Brasil tidak bisa dipimpin oleh seorang pemimpin yang tidak menghargai atau menghormati pemimpin apalagi seorang perempuan.

Lula juga mengeritik berita yang diturunkan “The Economist” yang menyatakan bahwa Neves akan memenangi pilpres tanggal 26 Oktober besok karena alasan perkembangan ekonomi yang sedang berkembang di Brasil saat ini. Dengan tegas Lula menyatakan bahwa majalah tersebut menurunkan berita bodoh. Dia menegaskan bahwa Neves adalah wakil para bankir dari dunia luar. Tetapi Brasil adalah milik masyarakat Brasil yang memiliki wakilnya sendiri yakni Dilma. 

Sumber: Prensa Latina

Thursday, 23 October 2014

PILPRES BRASIL: DILMA VS NEVES


Tanggal 5 Oktober 2014 lalu, masyarakat Brasil memilih presiden mereka yang baru. Presiden Brasil Dilma Rousseff yang juga ikut dalam pertarungan tersebut memenangkan 41,59% suara, kemudian diikuti oleh Aecio Neves dengan 33,55% suara dan Marina Silva dengan 21,32% suara. Karena tidak mencapai 50% dari total suara maka akan diadakan lagi pemilihan presiden tahap kedua yang hanya diikuti oleh dua kandidat dengan suara tertinggi yakni Rousseff dengan Neves yang akan dilaksanakan tanggal 26 Oktober 2014 nanti.
 
Perebutan kekuasaan antara PT (Partai Pekerja) Dilma Rousseff dan PSDB (Partai Sosial Demokrat Brasil) Aecio Neves sekarang ini sangat dipengaruhi oleh perebutan suara dari mereka yang belum menentukan pilihan serta suara dari pendukung Marina Silva. Kalau ditilik dari hasil pemilu tanggal 5 Oktober 2014 lalu, jumlah suara masyarakat Brasil yang belum menentukan pilihan mereka mencapai 38,7 juta dari total 142,3 juta pemilih di seluruh Brasil. Jumlah suara masyarakat yang belum menentukan pilihan mereka jauh lebih banyak daripada suara yang dimiliki oleh Aecio Neves yakni sekitar 34,8 juta dari total suara sah. Jadi perebutan suara untuk pemilihan tahap kedua bukan hanya merebut suara dari pendukung Marina Silva tetapi juga merebut suara dari mereka yang belum menentukan pilihan mereka dalam pemilu tahap pertama.
 
Masyarakat pemilih di Brasil bisa dibagi dalam beberapa kategori. Kategori pertama adalah mereka yang mendukung Partai Pekerja (PT) dengan calon mereka Dilma Rousseff; Kategori kedua mereka yang membenci Partai Pekerja dan umumnya lari ke Partai Sosial Demokrat Brasil (PSDB) dengan calon mereka Aecio Neves; Kategori ketiga adalah mereka yang tidak mendukung Partai Pekerja dan Partai Sosial Demokrat tetapi mencari alternatif lain yakni Partai Sosialis Brasil (PSB) dengan calon mereka Marina Silva; dan Kategori keempat adalah mereka yang tidak memilih.
 
Sebagian besar pendukung Dilma Rousseff berasal dari bagian utara Brasil yakni wilayah yang termiskin dari Brasil. Sementara pendukung Aecio Neves adalah kelas menengah atas dan umumnya berada di bagian selatan Brasil. Menjelang pemilihan umum tahap kedua hari Minggu ini berbagai jajak pendapat menunjukkan bahwa persaingan keduanya sangat ketat. Bahkan diprediksi bahwa Neves bisa mengalahkan Dilma. Namun para politikus di Brasil mengakui bahwa Dilma bisa memenangi pilpres kali ini. Jajak pendapat yang memenangkan Neves disinyalir merupakan kampanye dari pihak kelas menengah ke atas yang menguasai media untuk menurunkan semangat para pendukung Dilma.
 
Siapa yang menjadi Presiden Brasil? Kita tunggu tanggal 26 Oktober ini.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Sweet Tomatoes Printable Coupons