Tuesday, 27 October 2015

PENAKLUKAN KERAJAAN INCA OLEH FRANCISCO PIZARRO




Penemuan benua Amerika oleh orang-orang Spanyol merupakan sebuah petualangan besar. Tidak hanya sebuah petualangan pencarian kekayaan alam tetapi juga untuk menyebarkan agama. “Gold, Glory and Gospel” adalah semboyan mereka untuk menemukan dan menaklukkan “dunia baru”.

Cristobal Columbus menemukan benua Amerika tahun 1492. Tetapi yang benar-benar menaklukkan berbagai kerajaan di Amerika Tengah dan Selatan adalah Hernan Cortez dan Francisco Pizarro. Hernan Cortez menaklukan Amerika Tengah yang dimulai dari Meksiko. Sementara Francisco Pizarro menaklukkan Amerika Selatan yang dimulai dengan menaklukkan Kerajaan Inca di Peru (sekarang ini).

Tahun 1524 Francisco Pizarro bersama dengan Almagro dan Hernando de Luque, bergerak ke arah selatan dari Meksiko untuk menguasai wilayah yang pada waktu itu dikenal sebagai “Piru”. Berbagai cerita yang mencengangkan tentang Kerajaan Inca membuat Pizarro dan kawan-kawan berpetualang ke bagian selatan Amerika dan mencoba keberuntungan mereka. Antara tahun 1524 sampai tahun 1528, Pizarro melakukan dua percobaan untuk menguasai wilayah ini. Dan mereka gagal. Setelah gagal dalam dua ekspedisi, Pizarro meminta dukungan langsung dari Spanyol. Tahun 1529 Pizarro ke Spanyol untuk meminta dukungan dari Raja Carlos I. Dukungan dari Raja Spanyol tersebut dinyatakan dalam sebuah perjanjian yang dikenal sebagai “Capitulacion de Toledo” pada tanggal 17 Agustus 1529. Pizarro mendapat dukungan dari Raja Spanyol sebagai satu-satunya pemerintah, kapten jenderal dan penguasa “wilayah baru” yang akan dikuasainya. Sebelum ke Amerika dia juga mengundang keluarga besarnya untuk ikut bersamanya berpetualang ke “dunia baru”. Di antara saudaranya yang terkenal adalah Francisco de Orellana yang nanti menemukan Amazon dan Hernando.

Pada tahun 1531, Pizarro dan pasukannya tiba di Peru. Saat mereka tiba Kerajaan Inca yang baru dibangun kembali seratus tahun sebelumnya sedang mengalami perang saudara. Atahualpa dan Huascar yang adalah anak dari Huayna Capac (Raja Inca sebelumnya) berperang. Situasi ini tidak membuat Pizarro untuk langsung berperang karena dia tidak memiliki pasukan yang besar untuk berperang. Atahualpa juga tidak melihat orang-orang Spanyol sebagai musuh, walaupun mereka selalu mematai semua gerakan orang Spanyol.  Pada tahun 1532, masyarakat di wilayah ini mulai tidak senang dengan dominasi Raja Inca dan mulai berafiliasi dengan orang-orang Spanyol supaya melawan Kerajaan Inca. Situasi inilah yang membuat Pizarro merasa beruntung dan mulai melakukan serangan terhadap Kerajaan Inca.

Kesiapan Pizarro untuk berperang dengan Kerajaan Inca tidak ditanggap oleh Atahualpa. Karena bagi Atahualpa orang-orang Spanyol bukan merupakan sebuah ancaman. Atahualpa bisa mempersatukan masyarakatnya dalam hitungan hari untuk menyerang orang-orang Spanyol bila mereka menyerang.

Tekanan dari sesama rekan Pizarro yang melihat Pizarro tidak layak mendapat dukungan dari Raja Spanyol, apalagi dia sudah gagal dalam dua percobaan sebelumnya, membuat Pizarro tidak sabar. Dia harus membuktikan kepada Raja Spanyol dan rekan-rekannya bahwa dia bisa menguasai “dunia baru” tersebut. Pizarro menyadari bahwa menyerang Kerajaan Inca yang begitu terorganisir, memiliki persediaan makanan yang rapih, dan pasukan yang kuat, tidak akan mudah untuk dikalahkan. Setelah mengelilingi Peru akhirnya Pasukan Pizarro mendekati Benteng Inca di Cajamarca. Keberadaan mereka di sini bukan merupakan sesuatu yang mencengangkan bagi Atahualpa karena mata-mata mereka sudah memberitahunya.

Sementara pasukan Pizarro berjaga-jaga seandainya mereka diserang, Atahualpa malah pergi bersenang-senang dengan mandi sauna di beberapa tempat permandian air panas di luar kota Cajamarca. Baginya sekelompok kecil pasukan Pizarro bukan merupakan ancaman. Di pihak lain Pizarro sangat berniat untuk bertemu dengan Atahualpa bahkan mengirimkan pesan untuk bertemu dengannya. Atahualpa menerima pesan Pizarro. Orang-orang Inca belum pernah melihat kuda. Pengetahuan masyarakat Inca yang kurang akan kuda ini dimanfaatkan oleh Pizarro. Pasukan Pizarro duduk di atas kuda mereka dengan gagah berani yang membuat masyarakat Cajamarca tercengang dan takut. Pasukan berkuda Pizarro membuat masyarakat Cajamarca kagum dan lari, sementara Atahualpa mendengar dengan tenang cerita masyarakat kepadanya.

Atahualpa menerima utusan Pizarro bahkan memberi minuman penghormatan kepada utusan tersebut. Dia lalu memutuskan untuk bertemu dengan Pizarro di Cajamarca pada hari berikutnya. Sementara itu Pizarro bersiap-siap bagaimana dengan pasukan yang begitu kecil untuk menyerang Atahualpa yang begitu kuat. Bagi Pizarro inilah saatnya untuk menunjukkan “kehebatannya” kepada dunia. Pagi-pagi buta dia mempersiapkan orang-orangnya untuk berperang. Mereka bersembunyi di sekeliling istana di Cajamarca sambil menunggu kedatangan Atahualpa. Setelah lama menanti, muncullah pasukan Inca bersama dengan Atahualpa. Di tengah situasi ketakutan akan kekuatan pasukan Inca, Pizarro dan beberapa orang temannya menanti Atahualpa. Atahualpa ditanduh oleh bawahannya dan memakai pakaian kebesarannya yang dipenuhi dengan berbagai hiasan emas dan perak. Orang-orang Spanyol tercengang akan kekuatan dan kekayaan Raja Atahualpa.

Seorang pastor utusan Pizarro mendekati Raja Atahualpa sambil membawa salib dan Kitab Suci. Dia meminta Atahualpa untuk membuang kepercayaannya dan harus taat kepada Raja Spanyol. Setelah berdiskusi begitu lama lewat seorang penerjemah, sang pastor memberikan Kitab Suci kepada Raja Atahualpa. Atahualpa membongkar Kitab Suci tersebut dan tidak menemukan sesuatu yang bernilai dalam buku tersebut. Karena itu dia membuangnya ke lantai dan bagi orang Spanyol ini adalah sebuah pengkianatan terhadap mereka. Karena itu Pizarro meminta supaya orang-orang yang tadinya bersembunyi untuk menyerang. Pasukan Atahualpa yang begitu besar kaget dan tidak bisa berbuat apa-apa di tengah suara senjata yang merupakan hal baru bagi mereka. Atahualpa langsung ditangkap dengan mudah. Pizarro menahan Atahualpa karena ia berpikir bahwa jika ia menahan Atahualpa itu berarti seluruh Kerajaan Inca ditahan dan berada di bawah komandonya. Raja Inca tersebut ditahan dalam sebuah pengawalan yang ketat, namun dia memberikan kebebasan kepada Atahualpa untuk berada bersama dengan tiga istrinya dan tetap menjalankan tugasnya sebagai Raja bagi masyarakatnya.

Masyarakat yang takut akan Rajanya dibunuh oleh Pizarro dan penjagaan yang ekstra ketat membuat situasi menjadi lebih tenang. Pizarro akhirnya berrencana untuk membangun tempat tinggal di wilayah ini. Namun demikian orang-orang Spanyol merasa ada sesuatu yang kurang. Kedatangan mereka ke wilayah ini adalah untuk mencari emas. Dan sekarang mereka tidak melihat emas sama sekali. Orang-orang Inca memang menyembunyikan apa saja yang mereka miliki dari orang-orang Spanyol termasuk emas. Bahkan kota Machu Picchu yang terkenal itu baru ditemukan 400 tahun setelahnya, karena mereka menyembunyikannya dari orang-orang Spanyol.

Dengan keyakinan bahwa orang-orang Inca menyembunyikan emas dan perak serta kekayaan lainnya, orang-orang Spanyol menjadi curiga. Pizarro mengirim orang-orangnya ke seluruh kerajaan untuk mencari emas. Pencarian mereka yang begitu jauh dan berbahaya tidak menemukan apa-apa. Karena tidak menemukan apa-apa mereka memaksa masyarakat untuk berbicara dengan kekerasan. Masyarakat Inca disiksa. Perjalanan mereka mencari emas dikenal masyarakat sebagai perjalanan penyiksaan. Namun demikian masyarakat Inca tidak memberikan emas atau perak kepada pasukan Pizarro. Karena disiksa terus akhirnya masyarakat Inca mau mengikuti ajaran agama orang Spanyol namun mereka menginterpretasinya dengan cara mereka. Tetapi emas dan perak mereka tidak beri.

Karena tidak menemukan emas, Pizarro mulai frustrasi. Dan dia berpikir bahwa dia dikianati atau ditipu oleh Atahualpa bahwa kerajaan Inca tidak memiliki emas. Karena itu Pizarro mulai tidak percaya akan Atahualpa dan menyiksanya serta mengancam akan membunuh Atahualpa apabila dia tidak memberitahukan di mana emas-emas mereka disimpan. Karena tidak ada pilihan lain, Atahualpa akhirnya memberikan penawaran kepada Pizarro. Raja Atahualpa akan memenuhi sebuah ruangan dengan emas dan perak dan setelah itu Pizarro harus membebaskannya. Artinya nyawa Atahualpa ditukar dengan emas atau perak satu ruangan penuh. Pizarro setuju dengan Atahualpa.

Atahualpa memanggil semua anak buahnya dan dari seluruh daerah masyarakat berdatangan membawakan emas dan perak sampai satu ruangan penuh. Persis pada saat Atahualpa meminta pembebasannya karena sudah memenuhi janjinya bantuan pasukan dari Spanyol yang dipimpin oleh Almagro tiba. Pasukan yang ada membuat Pizarro merasa semakin kuat karena itu dia tidak membebaskan Atahualpa bahkan Atahualpa dieksekusi pada tanggal 26 Juli 1533.

Pasukan yang semakin besar dan ketakutan masyarakat Inca membuat Pasukan Pizarro dan teman-temannya bisa menguasai Kerajaan Inca dengan mudah. Kota berikut Cusco yang merupakan ibukota Kerajaan Inca dikuasai dengan mudah. Dan pada tanggal 18 Januari 1535, Pizarro membangun Kota Raja di pinggir laut Pasifik , yang kemudian dikenal sebagai Kota Lima (Ibukota Peru sekarang ini). Dan sejak saat ini proses kolonisasi Kerajaan Inca dan wilayah Peru dimulai.

Berton-ton emas dan perak dibawa ke Raja Spanyol sesuai dengan perjanjian yang dibuat Pizarro. Raja Carlos membutuhkan emas tersebut untuk melunasi semua utang yang dimilikinya karena kalah perang. Namun demikian, banyak dari emas dan perak yang dibawah ke Spanyol ini tidak sampai di Spanyol karena dirampok di tengah jalan bahkan ada kapal yang tenggelam.

0 comments:

Post a Comment

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Sweet Tomatoes Printable Coupons