Thursday, 15 December 2016

PERU MENGHANCURKAN LEBIH DARI 30.000 HEKTAR TANAMAN DAUN KOKA TAHUN 2016

Tanaman daun koka yang dijadikan bahan dasar kokain merupakan tanaman yang sudah menjadi bagian dari kebudayaan banyak suku di Pegunungan Andes Amerika Selatan, seperti Kolombia, Bolivia, Peru. Tanaman daun koka ini dikonsumsi oleh masyarakat di sana sejak dari dulu sebagai obat misalnya dalam bentuk teh atau permen. Karena itu tidak mengherankan kalau Anda ke Peru atau Bolivia, permen daun koka dijual di mana-mana.


Para narkotrafik memanfaatkan tanaman daun koka ini menjadi kokain. Memanfaatkan daun koka menjadi kokain menghasilkan banyak uang bagi para petani. Tidak mengherankan banyak petani yang masih berusaha untuk membudidayakan daun koka karena menghasilkan lebih banyak uang bagi mereka.

Situasi ini membuat pemberantasan produksi kokain di Peru terasa sangat sulit. Pendapatan yang menggiurkan dari penjualan daun koka membuat para petani menanam dan menjual daun koka kepada para narkotrafik.

Untuk menghindari ketergantungan para petani pada tanaman daun koka, pemerintah Peru berusaha mengalihkan sumber pendapatan mereka bukan dari tanaman daun koka tetapi diganti dengan tanaman alternatif lain misalnya dengan coklat, kopi, kelapa sawit, perkebunan buah dll. Menyadarkan masyarakat akan bahaya daun koka ketika dimanfaatkan oleh para narkotrafik menjadi kokain dan mengusahakan supaya sumber pendapatan mereka sebagai petani yang tidak bergantung pada tanaman daun koka dan diganti dengan tanaman lain merupakan usaha yang tidak gampang. Harga daun koka yang lebih mahal masih menggiurkan masyarakat petani, yang sebagian besar didukung oleh para narkotrafik.

Walaupun terasa sulit, pemerintah Peru terus melaksanakan program mereka dan secara pelan-pelan menghancurkan tanaman daun koka. Tahun 2016 ini Menteri Dalam Negeri Peru menyatakan bahwa pemerintah berhasil menghancurkan 30.150 hektar tanaman daun koka. Pencapaian ini masih kurang bila dibandingkan pada tahun 2015 yang berhasil menghancurkan 35.868 hektar. Meskipun masih kurang dari tahun lalu, namun pencapaian tersebut melebihi target pemerintah Peru di awal tahun 2016 yakni 30.000 hektar. Menghancurkan lebih dari 30.000 hektar tanaman daun koka sama nilainya dengan menghancurkan 200 ton kokain yang bisa diproduksi dari 30.000 hektar tanaman daun koka. Yang juga sama artinya menghancurkan jutaan dolar Amerika Serikat dalam dunia money laundry. 

Sebagian besar tanaman daun koka di Peru berada di wilayah yang dikenal sebagai VRAEM (Valle de los Rios Apurimac, Ene y Montaro) yakni Lembah Sungai Apurimac, Ene dan Montaro. Sebanyak 78% produksi kokain di Peru berasal dari wilayah ini. Pemerintah mengalami kesulitan untuk menghancurkan tanaman daun koka di wilayah ini karena mendapat dukungan kuat dari kelompok narkotrafik dan pasukan pemberontak Sendero Luminoso. 

Sumber:
http://www.americaeconomia.com

Benny Kalakoe
BSD



0 comments:

Post a Comment

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Sweet Tomatoes Printable Coupons