Tuesday, 20 December 2016

PEMIMPIN GEREKA KATOLIK BOLIVIA MENOLAK PENCALONAN EVO SEBAGAI CAPRES LAGI

Gereja Katolik Bolivia menyatakan penolakannya terhadap kemauan Presiden Evo Morales untuk mencalonkan dirinya kembali sebagai capres tahun 2019 dan meminta Evo untuk menghormati hasil referendum rakyat Bolivia yang menolak pencalonan dirinya sebagai calon presiden bulan Februari lalu. "Bukan masalah partai beraliran kanan, beraliran kiri atau tengah, melainkan masalah mengetahui dan mengingat bahwa pada tanggal 21 Februari tahun ini, masyarakat Bolivia berbicara dan oleh karena itu siapa saja harus menghormati kata-kata masyarakat tersebut", kata Mgr. Aurelio Pesoa, Sekjen Konferensi Para Uskup Bolivia, kemarin, Selasa, 20 Desember 2016.


Pernyataan hirarki Gereja Katolik Bolivia tersebut terjadi di tengah krisis partai oposisi yang masih pecah untuk melakukan perlawanan atas kemauan Evo Morales, yang telah menjadi presiden Bolivia sejak tahun 2006 lalu.

Pemerintahan Bolivia mengevaluasi dan mencalonkan Evo Morales kembali sebagai capres tahun 2019 karena menurut mereka, hasil referendum Februari lalu dianggap sebagai "kampanye kotor" dari pihak oposisi yang menuduh Evo Morales memiliki seorang anak dengan seorang ibu yang merupakan tangan kanan dari perusahaan-perusahaan China di Bolivia. Hasil penyelidikan ternyata anak tersebut tidak ada, sementara mantan pasangan Evo Morales tersebut sudah ditahan dan diperiksa karena memiliki pendapatan ilegal.

"Masyarkat yang berbicara, jika masyarakat tidak memiliki informasi tersebut bukanlah tanggung jawab masyarakat, melainkan tanggung jawab para aktor politik yang diberi hak untuk menunjukkan kebenaran atau mengatakan apa yang seharusnya diketahui oleh masyarakat, dan itulah hasil ekspresi pendapat masyarakat", kata Pesoa untuk mengeritik alasan pemerintah atas pencalonannya kembali.

Sejak menjadi Presiden Bolivia, Evo mengambil jarak dengan para pemimpin Gereja Katolik di Bolivia dan menuduh Gereja Katolik sebagai pendukung aliran kanan di negara tersebut. Yang mengagetkan, beberapa hari lalu Evo Morales menyampaikan selamat HUT kepada Paus Fransiskus lewat twitternya dengan menyatakan "Bolivia menyalami Anda. Negara Besar ini bangga memiliki seorang Paus yang sangat humanis dan revolusioner".

Sumber: El Universo dan La Gestion


0 comments:

Post a Comment

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Sweet Tomatoes Printable Coupons