Saturday, 17 December 2016

BOLIVIA: EVO MENCALONKAN DIRINYA SEBAGAI CAPRES TAHUN 2019

Presiden Bolivia, Evo Morales, mencalonkan dirinya kembali sebagai capres dalam pemilihan 2019 dengan dukungan partai MAS (Movimientos al Sosialismo = Pergerakan Menuju Sosialisme), walaupun dalam referendum bulan Februari 2016 lalu, pencalonan dirinya sebagai presiden untuk yang keempat kalinya tidak diperkenankan secara hukum.


"Jika masyarakat memutuskannya, Evo akan mengikutinya. Tidak ada masalah. Mari kita hancurkan aliran  kanan. Sudah beberapa kali kita menghancurkan aliran kanan. Kita memiliki keyakinan dalam gerakan-gerakan sosial", kata Evo Morales setelah mendapat dukungan dengan suara bulat dalam kongres partai MAS di Montero, sebeleh timur Bolivia. 

Apabila Evo menang dalam pemilihan tahun 2019 maka Evo akan bertahta dalam kekuasaannya sebagai presiden sampai tahun 2025. Evo, yang dulunya adalah petani daun koka dan pemimpin kelompok tani, memenangi pemilihan pertama sebagai presiden tahun 2005 dengan 54% suara, lalu untuk kedua kalinya tahun 2009 dengan 64%, kemudian untuk ketiga kalinya tahun 2014 dengan 61%. Evo Morales selalu menang dalam setiap pemilihan tanpa perjuangan dari pihak oposisi untuk melawannya. 

Evo menjelaskan bahwa kekalahannya dalam referendum bulan Februari 2016 dipengaruhi oleh polemik atas skandal yang menuduhnya memiliki seorang anak yang menurut Evo sudah meninggal tetapi menurut ibunya masih hidup. Skandal tersebut membuat pamor Evo menurun selama referendum tersebut dilaksanakan. Namun sekarang ibu tersebut sudah dihukum karena pendapatan ilegal. 

Untuk melanggengkan perjalanan Evo sebagai capres pada pemilihan 2019, Partai MAS mencanangkan empat langkah yang harus diambil antara lain: pertama mengadakan perubahan secara parsial dari Konstitusi Politik melalui inisiatif masyarakat dengan mengumpulkan kurang lebih 20% suara dari mereka yang memiliki hak suara. Kedua: perubahan konstitusional yang mengijinkan pemilihan kembali para pemimpin seperti presiden, seperti yang sudah dilakukan Evo tahun 2009 ketika mengesahkan Konstitusi yang baru. Ketiga: presiden Evo Morales harus berhenti sebagai presiden Bolivia sebelum pemilihan tahun 2019, karena yang tidak bisa mencalonkan diri adalah presiden yang sedang menjabat. Dengan demikian Evo yang sudah tidak menjabat sebagai presiden bisa mencalonkan diri kembali. Keempat: memberikan mandat yang baru melalui interpretasi yang baru atas Konstitusi Politik Negara. 

Dari berbagai sumber
Benny Kalakoe






0 comments:

Post a Comment

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Sweet Tomatoes Printable Coupons