Wednesday, 29 October 2014

PADANG GURUN ATACAMA: PERTAMBANGAN, PARIWISATA DAN ASTRONOMI



Chile adalah salah satu negara maju di Amerika Latin. Tidak hanya dalam bidang perekonomian tetapi juga dalam bidang pariwisata. Salah satu tempat wisata yang sangat terkenal di Chile adalah Padang Gurun Atacama.
 
Dulu Atacama adalah wilayah Bolivia. Wilayah ini selain terkenal karena padang pasirnya juga terkenal karena hasil tambangnya. Para penambang dari Chile (yang kebanyakan merupakan keturunan Inggris) menguasai pertambangan Atacama. Saat kalah perang dari Chile, Bolivia akhirnya menyerahkan Atacama ke Chile dan sebagai gantinya Chile membangun rel kereta api dari pantai pasifik menuju La Paz Bolivia supaya Bolivia memiliki akses ke laut. Sejak saat itu Bolivia akhirnya tidak memiliki wilayah laut. Presiden Evo Morales yang menjadi Presiden Bolivia untuk periode yang ketiga sekarang ini membawa Chile ke Pengadilan Internasional di Den Haag yang isinya antara lain meminta kepada Chile untuk memberikan wilayah laut dan akses ke laut bagi Bolivia.
 
Selain menguntungkan secara ekonomis karena wilayah ini merupakan wilayah pertambangan, Atacama juga terkenal karena wisatanya. Padang gurun yang paling kering di muka bumi ini merupakan tempat untuk menyepi yang paling sepi, bisa menyaksikan begitu banyak bintang di angkasa saat malam tiba, perumahan masyarakat indigenas yang masih ada, dan berbagai situs arkeologi. Tidak mengherankan para turis dari seluruh dunia semakin hari semakin banyak yang ke tempat ini, termasuk petualang Indonesia yang terkenal, Trinity. Dalam bukunya The Naked Traveler Trinity menggambarkan Atacama dengan judul Planet Mars di Padang Gurun Atacama (halaman 161). Terima kasih Trinity sudah membuka wawasan orang Indonesia akan Chile.
 
Karena langitnya yang cerah di malam hari untuk melihat jutaan bintang di angkasa maka Padang Gurun Atacama juga dijadikan Observatorium Astronomi di mana hampir 40% teleskop penting di Bumi ini ditempatkan. Banyak negara yang mengadakan penelitian tentang antariksa menempatkan teleskop mereka di padang gurun ini. Pemerintah Chile memanfaatkan kesempatan ini menjadi pariwisata astronomi.
 
Selain langitnya yang cerah di waktu malam, pegunungan-pegunungan di Padang Gurun Atacama ini juga merupakan tempat tinggal masyarakat indigenas (Aimara dan Atacama) yang kaya dengan budaya tradisional mereka yang uni dan juga kaya akan gastronomi. Dari atas pegunungan yang ada bisa dilakukan berbagai jenis olahraga (jalan/lari), ski di pasir dan naik kuda. Tempat yang paling terkenal yang biasa dikunjungi para turis adalah Lembah de la Luna, Lembah Kematian, Gaisir El Tatio, Danau Cejar dan Danau Tebenchique.

0 comments:

Post a Comment

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Sweet Tomatoes Printable Coupons