Wednesday, 16 October 2013

AMERIKA LATIN: KELAS MENENGAH MENINGKAT DAN PROTES SOSIAL MEREBAK

Brasil, Chile dan Peru adalah tiga negara yang dianggap paling berkembang dalam sepuluh tahun terakhir di Amerika Latin. Namun demikian, ketiga negara tersebut merupakan negara yang paling banyak mengalami protes sosial di Amerika Latin. Brasil, bulan Juni 2013 dan sekarang ini, dilanda oleh protes kelas menengah dan para guru. Harga bahan makanan dan biaya layanan publik semakin meningkat di Brasil. Peru, bulan Juli 2013, juga diprotes oleh kelas menengah yang meminta pengurangan pajak. Sementara Chile, sudah sejak lama, diprotes oleh para mahasiswa sampai sekarang ini karena privatisasi pendidikan.


Pertanyaannya, mengapa protes sosial justru terjadi di ketiga negara yang perkembangan ekonominya justru yang paling baik di Amerika Latin? Mengapa masyarakat ketiga negara tersebut tidak bersyukur atas perkembangan negara mereka tetapi malahan melakukan aksi protes sosial?

Yang jelas masyarakat turun ke jalan melakukan aksi protes bukan tanpa alasan. Ada banyak alasan yang dibawa oleh setiap demonstran. Tetapi alasan yang paling utama adalah perkembangan ekonomi yang kuat membuat kelas menengah membayar pajak lebih banyak tetapi layanan publik untuk masyarakat tidak berubah atau tetap sama.

Perkembangan ekonomi yang membaik di ketiga negara tersebut dan di Amerika Latin umumnya membuat jumlah kelas menengah di masyarakat semakin meningkat tajam. Pada abad XX hanya 20% masyarakat Amerika Latin yang merupakan kelas menengah. Dan umumnya mereka tidak bergantung secara total kepada negara. Umumnya kelas menengah tidak diminta untuk bayar pajak dan bahkan mereka biasanya mengelak layanan publik kecuali untuk pendidikan, kesehatan dan keamanan. Sementara untuk energi biasanya mereka memilih industri swasta.

Antara tahun 2003 sampai 2011 kelas menengah berkembang sebesar lebih dari 50% di Amerika Latin. Untuk pertama kalinya jumlah kelas menengah melebih kelas miskin. Dan untuk mencapai ini kelas media ini dibutuhkan perbaikan kualitas hidup yang harus didukung oleh layanan publik mendasar yang baik dan efisien. Sekarang ini kelas menengah suka atau tidak suka bergantung sama sekali dengan layanan publik yang tidak bisa terelakkan seperti, jalan, transportasi publik, kualitas pendidikan, layanan kesehatan, air dan udara yang bersih, keamanan dll.


Protes sosial yang umumnya dari kelas menengah di Brasil, Chile dan Peru menunjukkan bahwa mereka ingin negara mereka tidak hanya memiliki perkembangan ekonomi yang berhasil tetapi layanan publik kepada masyarakat ditelantarkan. Apakah pemerintah di ketiga negara ini dianggap gagal dalam memperhatikan kelas menengah? Yang jelas ketiga negara tersebut memiliki “plan pembangunan” yang jelas dan baik, tetapi pelaksanaannya masih jauh dari yang diharapkan. Masyarakat kecil dan menengah yang sudah mulai melek politik dan pembangunan sudah menyadari pentingnya peran negara dalam memajukan kesejahteraan hidup mereka. Karena itu protes sosial yang terjadi menurut Wakil Presiden Bank Dunia untuk Amerika Latin dan Karibe, Hasan Tuluy, sebagai suatu tanda supaya pemerintah bekerja lebih keras lagi dalam membangun dan memperhatikan kebutuhan masyarakat kelas menengah dan miskin di Amerika Latin. Tidak hanya itu, hendaknya kue hasil pembangunan dibagi secara adil dan merata dalam semua level kehidupan masyarakat terutama mereka yang sangat membutuhkannya. 

0 comments:

Post a Comment

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Sweet Tomatoes Printable Coupons