Tuesday, 5 February 2013

INFO NARKOTRAFIK DARI BEBERAPA SARANG KOKAIN DI PERU


Dalam beberapa tahun terakhir Peru sudah menyaingi Kolombia dalam hal memproduksi kokain. IDL-Reporteros melaporkan dalam website mereka beberapa data yang cukup lengkap mengenai narkotrafik di Peru, setelah mereka mengadakan investigasi dan wawancara dengan berbagai pihak.


Salah satu daerah yang merupakan sarang pertumbuhan daun koka adalah VRAE (Valle del Rio Apurimac y Ene=Lembah Sungai Apurimac dan Ene). Di lembah ini ditemukan 19.723 hektar tanaman koka yang merupakan 32,2% dari 61.200 hektar tanaman koka di seluruh Peru.

Lembah VRAE ini mampu memproduksikan sebanyak 200 ton kokain per tahun (berdasarkan perhitungan tahun 2010). Harga 200 ton kokain tersebut kalau dihitung dengan harga local sekarang ini, sebelum diedarkan ke pasar internasional, bisa mencapai US$ 200 juta. 

Berdasarkan informasi yang didapat IDL-Reporteros, peredaran kokain di VRAE ini dikuasai oleh 16 keluarga besar (klan) yang sebagian besar berada di distrik Llochegua dan Palmapampa. Setiap keluarga besar ini diperkirakan memproduksi kokain sebanyak 300 sampai 500 kg dalam sebulan sampai dua bulan. Harga sekilo di VRAE tepung dasar kasar antara US$ 400-US$600; sedangkan tepung dasar yang sudah dicuci sebesar US$ 600-US$800 dan kalau sudah dalam bentuk klorhidrat kokain bisa mencapai harga US$ 900 sampai US$ 1.100. 

Dalam beberapa kasus, beberapa keluarga besar produsen kokain ini telah mendirikan atau membentuk basis mereka di Bolivia, di mana mereka menyaring tepung dasar kokain menjadi klorhidrat kokain. Diperkirakan bahwa sebanyak 70% kokain dari VRAE dibawa ke selatan yakni ke Bolivia. Transportasi kokain ini dilakukan melalui darat. Beberapa cara yang dilakukan oleh narkotrafik ini antara lain melalui truk dan jeep serta juga melalui backpackers yang dikenal sebagai “cargachos”.


Sendero Luminoso (Organisasi Teroris di Peru) mendapat dana yang melimpah bagi operasi teroris mereka dari peredaran kokain ini. Sendero Luminoso diperkirakan melindungi 30% peredaran kokain dari VRAE. Pendapatan mereka karena menjaga peredaran kokain diperkirakan antara US$ 50.000 sampai US$ 100.000 per bulan. Kalau Sendero Luminoso membawa kokain melalui alat transportasi yang mereka miliki, organisasi ini bisa mendapat kurang lebih US$ 30.000 sekali jalan dengan membawa kokain sebanyak setengah ton. Untuk keamanan dan uang jalan bagi “cargachos”, Sendero Luminoso menerima pendapatan sebesar US$ 40.000 per bulan. 

Sampai tahun 2008, Sendero Luminoso menggunakan jasa “cargachos” melalui Bidón menuju Vizcatán. Sejak Angkatan Bersenjata Peru meninggalkan basis mereka di Vizcatán, Sendero Luminoso membuka kembali rute narkotrafik mereka, satu di Bidón dan satu lagi di Unión Mantaro. Rute lain yang digunakan oleh Sendero Luminoso di VRAE adalah rute yang dimulai di Villa Virgen yang kemudian berakhir di Huaccana, Apurimac. 

Selain VRAE, tempat produksi kokain yang juga besar di Peru adalah Huallaga. Di Huallaga peredaran narkotrafik dikuasai oleh 16 organisasi narkotrafik dengan produksi kurang lebih 200 sampai 500 kg per bulan dari setiap organisasi. Organisasi narkotrafik di Huallaga diperkirakan mengekspor kokain sebanyak 96.000 kg setiap tahunnya. Setiap organisasi mendapat pemasukan kurang lebih US$6 juta per tahun. Harga per kilonya hampir sama dengan yang dijual di VRAE. Harus diakui bahwa harga kokain ini, saat mulai diekspor, melewati batas negara dan akhirnya sampai di tempat tujuan akan naik berkali-kali lipat. Menurut laporan mereka, kokain dari Huallaga ini kalau sudah tiba di Mexico harganya sudah mencapai 12 kali lipat, di Spanyol mencapai 45 kali lipat dan di Rusia mencapai 109 kali lipat. 

Salah satu tempat yang menjadi pusat peredaran narkoba melalui udara di Peru adalah Palcazú. Kokain yang dihasilkan di VRAE dan Huallaga dibawa ke Palcazú. Lalu dari Palcazú dibawa melalui pesawat kecil menuju Bolivia atau Brasil. Palcazú sekarang ini dikenal sebagai tempat strategis untuk distribusi dan ekspor kokain di daerah hutan Amazon Peru. Selain menampung kokain dari VRAE dan Huallaga, Palcazú memproduksi kokain yang dikuasai oleh 8 keluarga besar. Menurut sumber yang diwawancara oleh IDL-Reporteros, ada 4 lapangan terbang terselubung di Palcazú. Dulu diperkirakan bahwa rata-rata satu penerbangan dalam sepuluh hari dari lapangan terbang terselubung tersebut. Sekarang ini menurut laporan mereka ada hari di mana ada tiga penerbangan dalam sehari dari tempat-tempat terselubung tersebut. Dalam setahun diperkirakan penerbangan pesawat-pesawat kecil ini bisa membawa sekitar 86.400 kg klorhidrat kokain dari Palcazú. Kalau dihitung dengan nilai tukar uang dólar dengan harga lokal diperkirakan mencapai US$ 86.400.000 dólar. Dalam setiap penerbangan sebuah pesawat kecil bisa membawa 450 kg kokain. Jika sekilo kokain di Palcazú seharga US$ 1.000, maka setiap kali sebuah pesawat yang terbang dari Palcazu membawa US$ 450.000. Jika yang dibawa adalah tepung kokain yang sudah dicuci makan harga per kila menjadi US$ 800, maka setiap pesawat yang membawanya dalam satu kali penerbangan mencapai US$ 360.000.


1 comments:

andinivania said...

Ada berita terkini tentang unodc di kolombia? Sampai 2009 dari berita yang saya dapet sepertinya unodc berhasil membantu pemerintah kolombia mengurangi peredaran kokain di kolombia. Tapi setelah itu saya belum dapet info berita lagi, sudah googling kesana kemari. Mohon bantuannya untuk data skripsi, trims :)

Post a Comment

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Sweet Tomatoes Printable Coupons