Saturday, 8 September 2012

PERU: AKSI PROTES MASYARAKAT MEMBUAT EKSPLORASI 43 PERUSAHAAN PERTAMBANGAN TERTUNDA


Sebanyak 43 perusahaan pertambangan di Peru terpaksa ditunda masa operasi mereka karena aksi protes sosial masyarakat selama beberapa bulan terakhir ini. Berdasarkan laporan Ketua Komite Pertambangan dari Masyarakat Pertambangan Nasional bidang Perminyakan dan Energi, Eva Arias, situasi ini membuat investasi sebanyak lebih dari US$ 25.000 juta untuk periode 2012-2016 akan tertunda.


Tanda berkurangnya investasi asing dan ditundanya eksplorasi beberapa perusahaan pertambangan dimulai ketika Perusahaan Newmont Mining dari Amerika Serikat tanggal 21 Agustus lalu menyatakan bahwa proyek Pertambangan Conga di daerah Cajamarca akan ditunda karena perlawanan atau aksi protes masyarakat terhadap pertambangan tersebut.

Setelah 10 bulan aksi protes dan mogok masyarakat terhadap proyek tersebut, yang menyebabkan tiga orang meninggal dunia, Direktur Eksekutif Perusahaan , Richard O`Brien, menyatakan bahwa karena situasi sosial yang ada di masyarakat maka proyek tersebut ditunda. Dengan kata lain situasi sosial yang ada membuat proyek tersebut tidak bisa dijalankan untuk sementara.

Masyarakat di daerah lingkar pertambangan yang dipimpin oleh Presiden Regional, Gregorio Santos, menolak Proyek Conga karena proyek tersebut mempengaruhi aliran air atau keberadaan air di wilayah mereka. Akibat demonstrasi masyarakat setempat, pemerintah Peru menerapkan “situasi darurat” di wilayah ini. Walaupun ada situasi darurat masyarakat di Cajamarca dan sekitarnya terus melakukan protes yang menyebabkan kurang lebih 20 orang luka parah.

Pengaruh protes masyarakat Conga, masyarakat Peru di daerah-daerah di mana akan dijadikan daerah pertambangan juga melakukan protes. Protes-protes ini menimbulkan konflik sehingga 23 daerah  di mana akan dilakukan pertambangan harus ditutup untuk sementara. Manajer Hunt Oil, B├árbara Bruce, menyatakan bahwa, hasil dari konflik sosial ini, sebanyak 23 tempat yang direncanakan menjadi tempat eksplorasi minyak akan ditunda sampai semua masalah yang ada bisa diatasi. Akibatnya investasi di bidang ini terpaksa ditunda. Dia juga menyatakan bahwa penundaan investasi ini tidak hanya disebabkan oleh aksi protes dari masyarakat tetapi juga karena ijin operasi dan persyaratan administratif lainnya terlambat.

Situasi ini membuat pemerintahan Peru agak kewalahan karena akan mempengaruhi investasi dalam jangka pendek dan diperkirakan tahun 2013 sektor investasi akan berkurang sebesar 33%. Tidak hanya itu penundaan proyek pertambangan di berbagai wilayah di Peru juga mengakibatkan 4.500 lapangan kerja terancam hilang. 

Walaupun demikian, Menteri Energi dan Pertambangan Peru menyatakan bahwa, masih banyak perusahaan pertambangan yang akan menjalankan investasi mereka di Peru tanpa mendapat perlawanan dari masyarakat Peru. Masalah Proyek Conga memang mempengaruhi situasi investasi di bidang pertambangan di Peru. Tetapi menurutnya aliran investasi sebanyak US$ 28.000 juta dari berbagai perusahaan asing telah mendapat ijin dan studi dampak lingkungan hidup di Peru akan terus menjalankan kegiatan pertambangan mereka di Peru. Dia juga menyatakan bahwa ada banyak daerah pertambangan lain di Peru yang lebih besar daripada Proyek Conga yang menjadi perhatian masyarakat Peru. Dia meminta supaya masyarakat Conga merefleksikan dampak penundaan proyek tersebut. Pemerintah Peru juga sudah mencabut situasi darurat di wilayah ini karena menurutnya penolakan masyarakat terhadap pertambangan di wilayah ini lebih karena alasan politis. 

0 comments:

Post a Comment

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Sweet Tomatoes Printable Coupons