Saturday, 11 August 2012

SIDANG DEWAN MAHASISWA CHILE DILAKUKAN DI KOMUNITAS MAPUCHE


Sidang Dewan Konfederasi Mahasiswa Chile (CONFECH) hari ini dilakukan di sebuah komunitas Mapuche di wilayah Araucanía sebagai tanda solidaritas dengan perjuangan masyarakat indígenas setempat. Para pemimpin mahasiswa di setiap universitas pergi ke wilayah Arauco untuk mengevaluasi strategi mobilisasi dan membuat agenda bersama pergerakan mahasiswa dalam beberapa bulan ke depan. CONFECH yang merupakan persatuan dari kurang lebih 30-an universitas di Chile, mengambil tempat di komunitas Ercilla, secara khusus berada bersama dengan komunitas Wente Winkul Mapu, kurang lebih 800 km dari Santiago sebagai solidaritas mereka dengan masyarakat indigenas atau asli atas perjuangan mereka. 


Gabriel Boric, juru bicara CONFECH, mengatakan bahwa mahasiswa dan universitas tidak akan tinggal diam dengan kekerasan yang dihadapi oleh masyarakat indígenas dan mereka mengutuk tekanan kekerasan polisi terhadap komunitas-komunitas indígenas atau asli di Chile. Sementara pemimpin mahasiswa Mapuche, José Ancalao, mengatakan bahwa komunitas Mapuche adalah orang-orang yang cinta damai, dan tidak ada perselisihan dengan kepolisian seperti yang diperlihatkan. Aksi kekerasan yang diperlihatkan itu adalah aksi kekerasan yang dibuat oleh pihak kepolisian.

Gabriel Boric, menyatakan bahwa semua aksi kekerasan yang dibuat, semuanya bertujuan untuk mengambil semua pemimpin masyarakat indígenas untuk diadili dalam sebuah hukum Anti-teroris dalam rangka meredamkan perjuangan masyarakat indígenas. Hal yang persis sama juga dilakukan kepada perjuangan mahasiswa untuk menolak komersialisasi pendidikan di Chile. 


Protes mahasiswa dan sekolah menengah di Chile sudah berlangsung cukup lama. Tuntutan mereka untuk melawan proyek pemerintah yang mengkomersialisasikan pendidikan dengan menyerahkan pendidikan pada tangan swasta. Biaya sekolah di Chile merupakan salah satu biaya pendidikan yang paling tinggi di Amerika Latin. Sampai sekarang mereka terus berjuang untuk menolak program pemerintah tersebut. Mereka menuntut sebuah model pendidikan umum dan gratis yang dijamin oleh Negara. 


0 comments:

Post a Comment

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Sweet Tomatoes Printable Coupons