Saturday, 24 March 2012

PAUS BENEDICTUS XVI: KOMUNISME SUDAH TIDAK BERFUNGSI LAGI DI KUBA

Hari Jumat kemarin, di atas pesawat terbang kepausan, Paus Benedictus XVI menyatakan bahwa komunisme sudah tidak berfungsi lagi di Kuba. Karena itu Gereja Katolik bersedia untuk menolong negara tersebut untuk menemukan bentuk-bentuk baru untuk memajukan negara tersebut tanpa “trauma”. Dalam pernyataannya di atas pesawat tersebut, yang membawanya dari Roma ke Mexico dan Kuba, Paus menyatakan kepada para wartawan, “Sekarang ini sudah jelas bahwa ideologi marxis dalam bentuk seperti yang dipraktekkan sekarang ini di Kuba sudah tidak menjawabi kenyataan masyarakat ”.

Ketika menjawab sebuah pertanyaan tentang kunjungannya ke Kuba, di mana komunisme sudah bertahta selama lebih dari 50 tahun, Paus Benedictus XVI menyatakan bahwa “Sebuha model pemerintahan baru harus ditemukan dengan sabar dan model baru tersebut harus konstruktif, dan kami ingin menolong Kuba dalam hal ini”.

Paus Benedictus XVI menurut rencana akan tiba di Kuba hari Senin nanti, setelah berkunjung selama tiga hari di Meksiko. Dia meminta supaya kebebasan berekspresi dan kebebasan melakukan ibadah dihormati di Kuba. Paus juga menyatakan dengan tegas bahwa Gereja Katolik akan memberikan bantuan supaya menemukan sebuah transisi yang penuh kedamaian di Kuba, dan menyatakan bahwa proses tersebut membutuhkan kesabaran dan “penuh determinasi”.

Sebuah pertanyaan yang masih belum dijawab selama perjalanan tersebut adalah apakah Paus Benedictus XVI akan bertemu dengan Fidel Castro atau tidak, yang memimpin Kuba selama 49 tahun sebelum saudaranya mengambil alih kekuasaan tahun 2008. Sementara Vatikan sendiri sudah mengatakan bahwa Paus “bersedia” untuk bertemu dengan Fidel Castro jika Fidel Castro mau bertemu dengannya.

“Kami ingin memberikan dukungan dalam sebuah dialog spiritual untuk menghindari trauma dan menolong untuk memajukan masyarakat dalam suasana persaudaraan dan adil, sebuah keinginan yang kami harapkan bagi semua masyarakat di dunia”, kata Paus Benedictus XVI.
Kata “trauma” sudah digunakan oleh Gereja Katolik Roma sebelumnya untuk menunjukkan apa yang sedang terjadi di Kuba, khususnya setelah melemahnya kepemimpinan revolucioner Kuba Fidel Castro yang sudah berumur 85 tahun, yang kemudian mendelegasikan kekuasaannya kepada saudaranya Raul Castro tahun 2008 lalu.

Paus Benedictus XVI mengatakan bahwa kunjungan historis ke Kuba tahun 1998 oleh pendahulunya, Paus Yohanes Paulus II, “membuka jalan bagi kolaborasi dan dialog konstruktif, sebuah jalan yang panjang dan menuntut kesabaran, tetapi akan membawa kemajuan bagi Kuba”. Kunjungan Paus Yohanes Paulus II saat itu mempercepat proses rekonsiliasi antara Gereja Katolik dan para pemimpin komunis di Kuba, yang sudah berselisih selama bertahun-tahun, setelah Revolusi Kuba tahun 1959. Gereja Katolik dan pemerintah Kuba sampai sekarang masih berselisih pendapat tentang bagaimana menggunakan media dan pendidikan religius.

Ketika ditanya apakah Paus Benedictus XVI akan berbicara tentang HAM dalam kunjungannya kali ini ke Kuba, Paus Benedictus XVI mengatakan, “Sudah jelas bahwa Gereja selalu berada di samping kebebasan, kebebasan untuk menyatakan pendapat, kebebasan melakukan ibadah, dan kami mendukung hal-hal tersebut”.

Hari Senin lalu, Kuba membebaskan 70 orang anggota Gerakan “Damas de Blanco” yang ditahan selama akhir pekan lalu karena mencoba untuk melakukan demonstrasi di La Havana, tetapi pemerintah Kuba mengingatkan mereka supaya tidak hadir dalam semua kegiatan yang berhubungan dengan kunjungan Paus ke Kuba.

Masalah Embargo Ekonomi Amerika Serikat. Minggu lalu, Vatikan menyatakan penolakannya atas embargo perdagangan Amerika Serikat kepada Kuba, dengan mengatakan bahwa embargo ekonomi tersebut tidak berguna dan tidak adil bagi masyarakt Kuba pada umumnya.

Embargo yang bulan lalu sudah berumur 50 tahun, yang oleh orang Kuba disebut sebagai “el bloque”, yang juga masih merupakan batu penjuru politik Amerika Serikat bagi negara di Karibean tersebut, sudah tidak bermanfaat lagi bagi tujuan utamanya untuk menurunkan Pemerintahan La Havana.

Washington menerapkan embargo perdagangan yang hampir total selama masa Perang Dingin untuk menghukum La Havana yang mendukung Rusia, dengan harapan embargo tersebut bisa mengakhiri komunisme di Kuba.

http://www.americaeconomia.com/politica-sociedad/politica/papa-afirma-que-el-comunismo-ya-no-funciona-en-cuba

0 comments:

Post a Comment

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Sweet Tomatoes Printable Coupons