Thursday, 16 February 2012

HONDURAS: SEBANYAK 358 ORANG NAPI MATI TERBAKAR


Teriakan minta tolong disertai tangisan sedih, serta bau amis mayat terbakar yang keluar di sela-sela asap api di Penjara Comayagua Honduras betul-betul menyedihkan. Tidak tanggung-tanggung ratusan orang tahanan dalam penjara tersebut mati dipanggang hidup-hidup. Pemerintah Honduras Hari Rabu kemarin menyatakan sebanyak 358 orang tahanan mati menjadi debu di sini saat terjadi kebakaran hari Selasa lalu.

Api yang berkobar di dalam penjara tersebut menyerang beberapa ruangan. Teriakan para tahanan meminta tolong untuk melarikan diri dari serangan si jago merah tidak dapat dilakukan karena pintu penjara yang ditutup rapat. Empat dari 12 ruangan tahanan yang ada terbakar. Bantuan pemadam kebakaran yang datang terlambat tidak bisa berbuat banyak bagi para tahanan di keempat ruangan tersebut.

Api bermula di salah satu ruangan di mana salah seorang tahanan dengan sengaja membakar matrasnya sendiri. Para sipir penjara yang menyangka itu adalah usaha para tahanan melarikan diri tidak memberikan pertolongan apa-apa selama kurang lebih setengah jam. Saat pemadam kebakaran membuka penjara tersebut dari atap dan berusaha menyelamatkan tahanan lain yang masih hidup, sebagian tahanan sudah tidak bisa ditolong lagi.

“Kami tiba sepuluh menit setelah kebakaran terjadi di penjara, tetapi para sipir penjara melarang kami untuk masuk”, kata kepala pemadam kebakaran Leonel Silva. Menurut Direktur Penjara Nasional,Danilo Orellana, “Para sipir penjara berpikir bahwa itu adalah usaha pelarian masal tahanan, sehingga menurut hukum mereka tidak mengijinkan siapapun masuk ke dalam penjara untuk menghindari kematian yang tidak perlu”.

Seorang saksi mata yang bernama Chicas menyatakan bahwa, “Saya sedang tidur ketika terdengar suara teriakan minta tolong dan kami melihat asap tebal keluar dari ruangan nomor enam. Saya pikir hanya dua orang yang selamat dari ruangan itu. Saya tidak tahu apa yang terjadi. Saya tidak tahu jika seseorang membakar sesuatu atau sebuah kecelakaan karena saya tidak berada di ruangan tersebut. Saya hanya melihat nyala api dan ketika kami keluar dalam keadaan terbakar”.
Juru bicara pemadam kebakaran, José García, mengatakan bahwa, “Para tahanan meninggal karena terbakar dan keracunan gas yang berasal dari api yang membakar tempat mereka, yang tertutup rapi dengan kunci”.

Berdasarkan laporan hakim Mahkamah Agung Honduras, Ricardo Ordoñez, ada 358 orang tahanan yang meninggal di Penjara Comayagua yang terletak kurang lebih 140 km dari Tegucigalpa ibu kota Honduras. Dia mengatakan bahwa banyak mayat ditemukan di kamar mandi. Nampaknya para tahanan mencoba bertahan hidup dengan mengandalkan air di kamar mandi, tetapi tidak bisa tertolong juga.
Setelah kebakaran itu terjadi, ratusan keluarga tahanan berdatangan penjara dan rumah sakit untuk mencari tahu anggota keluarga mereka yang menjadi tahanan di situ.

Berdasarkan laporan HAM PBB awal Februari, sebanyak 57% tahanan dalam penjara di Honduras belum melewati proses pengadilan. Dan banyak dari mereka yang ditahan hanya karena memiliki tato yang oleh pemerintah Honduras sudah menjadi bukti yang cukup untuk mencurigai mereka sebagai bagian dari gang anak muda penjahat yang beroperasi di Honduras.

Penjara yang dibangun tahun 1940 itu merupakan penjara yang diperuntukkan bagi 400 orang tahanan. Saat kebakaran terjadi, ada sebanyak 856 orang tahanan dalam penjara tersebut. Tahanan yang besar itu hanya dijaga oleh 12 orang penjaga. Menurut Direktur Penjara Nasional Honduras, Danilo Orellana, “Seorang tahanan membakar tempat tidurnya sendiri lalu berteriak di sini kita semua mati bersama dan dalam lima menit api mulai berkobar”.

Pemerintah Honduras berjanji untuk menyelidiki peristiwa ini dan berusaha untuk merenovasi kembali semua penjara yang ada di Honduras. Sementara Urusah HAM Inter-Amerika menyesali begitu banyaknya korban yang terjadi dalam tahanan tersebut, dan meminta Honduras untuk mengatur kembali peraturan di penjara-penjara Honduras yang tidak menghormati hak-hak asasi manusia para tahanan.

Sumber berita: http://www.diariolasamericas.com/noticia/135541/30/guardia-retraso-accion-bomberos-en-incendio-que-mato-358-reos

1 comments:

Guide Dieng said...

wahh sangat di sayangkan tuh,,


Paket Wisata Dieng

Post a Comment

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Sweet Tomatoes Printable Coupons