Thursday, 12 January 2012

VENEZUELA DAN IRAN MEMPERERAT PERSAHABATAN MEREKA


Presiden Venezuela, Hugo Chavez, dan Iran, Mahmoud Ahmadinejad, hari Senin lalu berjanji untuk membangun persahabatan "selamanya" antara kedua negara. Mereka juga menegaskan kembali aliansi mereka untuk "menghentikan kegilaan imperialis" pada hari pertama kunjungan Presiden Iran tersebut di Amerika Latin.

Ahmadinejad diterima dengan penghormatan militer, kemudian Chavez menyebutnya sebagai "saudara yang sesungguhnya". Ahmadinejad mengatakan bahwa meskipun "arogan" bangsa lain berdatangan atas rekannya Venezuela, tetapi dia akan terus menjadi sahabat “selamanya” bagi Venezuela untuk menahan laju imperialisme di muka bumi.

"Itu salah satu tugas kami, namun kami tidak menghendaki tugas ini hanya dibebankan kepada kami. Tapi kini giliran kami untuk menghentikan kegilaan imperialis yang sekarang telah berkembang jauh lebih besar daripada tahun-tahun sebelumnya”, kata Chavez dalam pesannya selamat datang kepada pemimpin Iran.

Kunjungan ini adalah kunjungan kelima kalinya dari pemimpin Iran ke Venezuela, sejak Chavez berkuasa pada tahun 2005, yang dimulai karena tekanan masyarakat internasional kepada Iran atas program nuklirnya.

Amerika Serikat telah mengingatkan beberapa hari sebelumnya agar negara-negara yang menerima Ahmadinejad tidak "memperdalam" hubungan mereka dengan pemerintahan Iran. "Sekarang bukan waktunya untuk memperdalam hubungan, baik keamanan dan ekonomi, dengan Iran," kata juru bicara Departemen Luar Negeri A.S. Nalud Victoria, hari Jumat pekan lalu.

Kata Chavez dengan nada mengejek, bahwa menurut "antek-antek imperialisme" Ahmadinejad berada di Venezuela untuk "mempersingkat jarak ke Washington karena dari sini akan dikirim meriam dan rudal untuk menyerang ibukota AS”. "Mereka menuduh kami guerillyawan; kami bukan gerilyawan, Iran tidak pernah menginvasi negara manapun, dan Revolusi Boliviariana juga tidak pernah menginvasi negara manapun. Kami akan terus bekerja sama dengan bantuan Tuhan dan dukungan rakyat kami dan dukungan sebagian besar masyarakat di dunia, karena sebagian besar masyarakat di dunia tidak mau perang lagi, tidak mau ada invasi lagi dan tidak mau ada imperialisme lagi di muka bumi”, kata Chavez.

Sementara itu, Ahmadinejad membuat pernyataan yang menyatakan bahwa "meskipun banyak negara arogan yang tidak menginginkan kerjasama kami, tetapi kami akan bekerjasama untuk selamanya”. Selain itu Presiden Iran menyebut Chavez sebagai "saudara" dan "simbol revolusi di Amerika Latin”. "Hari ini rakyat Venezuela dan rakyat Iran, keduanya bersama-sama, berjuang melawan semua keserakahan imperialisme yang arogan. Sistem hegemoni dan dominasi yang mereka bentuk sudah mulai hancur, karena itu mereka mangambil cara lebih agresif dengan menginjak-injak semua hak-hak asasi manusia”, katanya.

Menurut pemimpin Venezuela, berkat hubungan bilateral kedua negara, telah dibangun sekitar 14 000 rumah di negara Amerika Selatan dengan dukungan Iran, dan memperkirakan bahwa akan dibangun 7.000 rumah lagi.





Masyarakat internasional khawatir tentang pengayaan uranium yang dilakukan di instalasi Fordo, sementara Iran mengatakan itu dibutuhkan untuk memproduksi bahan bakar khusus untuk reaktor ilmiah di Teheran, di mana diproduksi isotop untuk melawan penyakit kanker. AS dan Uni Eropa (UE) khawatir bahwa di bawah payung program nuklir sipil, Iran mengembangkan senjata nuklir.

Sumber: http://www.fundamentar.com/index.php?option=com_content&view=article&id=522:chavez-y-ahmadinejad-reafirman-su-alianza&catid=4:articulos&Itemid=24

0 comments:

Post a Comment

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Sweet Tomatoes Printable Coupons