Wednesday, 18 January 2012

KONFLIK SOSIAL PROYEK CONGA PERU: MENUNGGU HASIL PENELITIAN DAMPAK LINGKUNGAN HIDUP


Pemerintah Peru mengatakan mereka akan menunjukkan satu perusahaan internasional yang akan bekerja untuk mengevaluasi dampak lingkungan hidup dari proyek pertambangan besar Perusahaan Amerika Serikat Newmont. Hal ini dilakukan setelah masyarakat memprotes proyek pertambangan ini yang lebih dikenal dengan Proyek Pertambangan Conga.

Proyek dengan investasi sebesar US$ 4.800 juta, ditunda setelah masyarakat berdemo, yang mengakibatkan banyak masyarakat terluka dan Presiden Ollanta Humala menggantikan beberapa orang menterinya karena dianggap tidak mampu mengakomodir masalah ini dengan baik.

"Jika tidak hari hari ini maka besok akan ditunjukkan kelompok ahli yang akan melakukan investigasinya selama 40 hari. Dari hasil penelitiannya itulah baru kita mengambil keputusan untuk menghilangkan semua keraguan yang sekarang ini dimiliki oleh masyarakat Cajamarca dan perusahaan”, kata Perdana Menteri Oscar Valdéz

Masyarakat lingkar tambang di Cajamarca menolak proyek Newmont ini karena ketakutan akan rusaknya sumber air bagi kehidupan mereka, karena masyarakat di sekitar pertambangan ini membutuhkan air sebagai kebutuhan utama bagi pertanian yang merupakan sumber kehidupan mereka.

Tetapi Newmont mengatakan bahwa mereka telah melakukan studi dampak lingkungan hidup, yang sudah ditandatangani oleh pemerintahan Presiden Alan Garcia tahun 2010. Menurut studi itu perusahaan ini telah mematuhi standar paling tinggi dan mereka menjamin bahwa lingkungan hidup tidak akan rusak, karena perusahaan telah mengalirkan air dari danau-danau yang ada dalam tiga tempat sumber air untuk dijadikan sumber air minum sepanjang tahun bagi masyarakat.

Diperkirakan emas yang akan diambil dari proyek pertambangan ini memiliki nilai sebesar US$ 15.000 juta jika dihitung dengan harga emas sekarang.



Perdana Menteri Oscar Valdés menyatakan bahwa masyarakat Cajamarca harus menunjukkan kepada dunia bahwa negara Peru menghormati aturan main yang sedang dilakukan. Setelah melihat hasil penelitian ini masyarakat dan pemerintah harus taat kepada keputusan yang ada.

Sekedar diketahui saja, pertambangan merupakan pendapatan utama bagi perekonomian Peru. Sekitar 60% pendapatan dari ekspor Peru adalah hasil pertambangan.

Pemerintahan Presiden Humala, yang mulai berkuasa bulan Juli 2011, mencoba untuk mengurangi konflik sosial yang mencoba mengancam untuk menahan atau mengurangi investasi pertambangan dan energi yang jumlahnya kurang lebih US$ 50.000 juta di Peru. Peru merupakan negara penghasil tembaga dan perak nomor dua di dunia dan emas nomor enam di dunia.

0 comments:

Post a Comment

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Sweet Tomatoes Printable Coupons