Tuesday, 13 December 2011

KUNJUNGAN MENLU KOLOMBIA KE BOLIVIA: STRATEGI MEMERANGI KARTEL NARKOBA


Menlu Kolombia, Angela Maria Holguin, mengatakan bahwa kartel Kolombia mencoba untuk beroperasi di Bolivia, Peru dan Venezuela. Karena itu dia menyerukan kerja sama regional yang lebih besar untuk mengatasi masalah narkoba ini.

Holguin hari Senin kemarin mengunjungi La Paz, Bolivia, untuk menemui Menlu Bolivia Davic Choquehuanca. Dia menyatakan keprihatinannya atas penyebaran perdagangan narkoba di Amerika Selatan yang semakin marak. Dalam acara jumpa pers di Kementerian Luar Negeri Bolivia, Menlu Holguin mengakui bahwa salah satu masalah utama di kawasan ini adalah kejahatan terorganisir yang berkembang begitu cepat dan memiliki sumber daya ekonomi yang kuat untuk bergerak lintas benua.

"Semakin banyak negara yang terpengaruh oleh narkoba. Bagi kami, sangat disesalkan bahwa Kartel Kolombia sudah masuk dan mencoba untuk beroperasi di Bolivia, Peru atau Venezuela “, kata Holguin. Dia menjelaskan bahwa sumber daya yang sangat besar yang diperoleh dari kartel obat membuat mereka bergerak ke mana saja. Mereka bergerak dengan begitu cepat yang membuat aparat kepolisian dan militer kita susah untuk menangkap mereka.

Dalam konteks inilah maka dia berkunjung ke La Paz untuk melakukan kerjasama komprehensif dan lebih aktif, apalagi di Bolivia akan diratifikasi penggunaan daun koka secara tradisional. Dia menekankan pentingnya mencari solusi dan strategi lain yang lebih baik. Sudah pasti bahwa perjuangan untuk melawan peredaran narkoba pasti akan mendapat tantangan berat dari para kartel narkoba ini
Menlu Holguin juga menyinggung penahanan orang-orang Kolombia yang terlibat dalam perdagangan narkoba di Bolivia untuk dihukum sebesar-besarnya berdasarkan hukum yang berlaku di Bolivia. “Kalian tidak bisa mengerti kepedihan yang saya rasakan, setiap kali melihat bagaimana orang-orang Kolombia terlibat dalam kartel narkobat dan membawa kerusakan yang besar di masyarakat Bolivia”, kata Holguin.

Dalam kunjungannya itu, Holguin menerima piagam kehormatan El Condor de los Andes (Garuda dari Andes) dari pemerintahan Bolivia. Kedua menlu juga mengatakan bahwa presiden kedua negara akan bertemu tahun 2012 untuk merayakan satu abad Perjanjainan Persahabatan dan Kerjasama antara kedua negara . Selain itu, kedua negara sepakat untuk membentuk mekanisme konsultasi sekali setahun untuk membahas kerjasama dalam memerangi narkoba. Pertemuan ini dilakukan antara menteri luar negeri dan menteri pertahanan masing-masing negara.

Menurut data dari Kantor PBB untuk Narkoba dan Kejahatan (UNODC), Bolivia merupakan penghasil kokain terbesar di pasar Amerika Selatan, walaupun Peru dan Kolombia merupakan negara-negara yang memproduksi narkoba secara besar-besaran.

1 comments:

TABUHGONG said...

Salam kenal bung admin, Minta ijin mengambil materi untuk tulisanku bos,
thanks b4

Post a Comment

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Sweet Tomatoes Printable Coupons