Monday, 12 December 2011

INTEGRASI NEGARA-NEGARA AMERIKA LATIN DAN KARIBIA: CELAC ATAU OEA?

Kepala negara dan menteri luar negeri dari 33 negara Amerika Latin dan Karibia berkumpul di Caracas untuk menyatukan kehendak politik mereka yang akan membentuk Komunitas Amerika Latin dan Karibia (CELAC = Comunicad de Estados Latinoamericanos y Caribeños), sebuah forum integrasi baru tingkat benua Amerika yang tidak diikuti oleh Amerika Serikat dan Kanada. Dengan berlalunya waktu, akhirnya CELAC muncul sebagai fakta baru yang menolak Organisasi Negara-Negara Amerika (OEA = Organización de Estados Americanos), sebuah organisasi yang dalam sejarahnya didukung oleh berbagai diktator dengan dukungan mitra utama Amerika Serikat.
CELAC yang menjadi representasi politik masyarakat asli Amerika Latin dan Karibia memiliki bahasa dan kebudayaan yang berbeda dengan Amerika Serikat dan Kanada. Mereka juga memiliki nuansa yang berbeda dalam bidang sosial ekonomi dan memiliki politik perjuangan untuk meningkatkan kehidupan mereka. Keragaman yang mereka miliki dibalik tujuan politik bersama yang mereka miliki memberikan makna “integrasi” yang lebih independen dan berbeda dari OEA. CELAC diharapkan menjadi lebih independen dan tidak didesain oleh bangsa predator yang hanya ingin pasar bebas dan murah untuk membeli bahan-bah baku yang dimiliki oleh negara-negara lain.


Sejarah Singkat

CELAC memiliki sejarah panjang. Tahun 1980-an dibentuklah Kelompok Contadora (Grupo de Contadora) yang terdiri dari negara Kolombia, Mexico, Panama dan Venezuela untuk mempromosikan perdamaian di Amerika Tengah yang tengah dilanda konflik bersenjata internal yakni negara El Salvador, Nicaragua dan Guatemala. Pada tahun 90-an dibentuk Kelompok Rio (Grupo de Rio) yang melanjutkan misi Kelompok Contadora. Kelompok Rio ini terdiri dari Argentina, Brasil, Kolombia, Mexico, Panama, Peru, Uruguay dan Venezuela dan juga Komunitas Karibia (Caricom= Comunidad del Caribe). Kelompok Rio ini menghasilkan 22 Pertemuan Tingkat Tinggi yang berhasil mengatasi berbagai masalah yang muncul di saat itu.
Dukungan Kelompok Rio ini menghasilkan KTT tentang Integrasi dan Pembangunan Amerika Latin dan Karibia (CALC=Cumbre de Integración y Desarrollo de América Latina y el Caribe). Presiden Brasil, Inacio Lula da Silva mendukun CALC untuk mengartikulasikan proses integrasi dan pembangunan berhadapan dengan krisis keuangan negara-negara maju dan krisis ekonomi serta krisis pangan yang melanda dunia waktu itu. Pertemuan pertama KTT CALC di Brasil tahun 2008, diikuti oleh perwakilan dari Mercosur, Uni Negara Amerika Selatan (UNASUR= Union de Naciones Suramericanas) dan Kelompok Rio.
CELAC sendiri terdiri dari negara-negara: Antigua dan Barbuda, Argentina, Bahamas, Barbados, Belize, Bolivia, Brasil, Chile, Kolombia, Kosta Rika, Kuba, Dominika, Ekuador, El Salvador, Guatemala, Grenada, Guyana, Haiti, Honduras, Jamaika, Meksiko , Nikaragua, Paraguay, Peru, Panama, Republik Dominika, Saint Kitts dan Nevis, Saint Vincent dan Grenadines, St Lucia, Suriname, Trinidad dan Tobago, Uruguay dan Venezuela.


Keragaman ideologi

Yang paling penting dari pertemuan ini adalah peran Caracas yang mempertemukan para pemimpin yang secara ideologis berbeda, seperti Sebastian Pinera dari Chile, Hugo Chavez dari Venezuela, Manuel Santos dari Kolombia, Rafael Correa dari Ekuador, Felipe Calderon dari Mexico, Ollanta Humala dari Peru, Daniel Ortega dari Nikaragua, Cristina Fernandez dari Argentina dan pemimpin-pemimpin lainnya yang menjadi pemimpin melalui pemilihan umum yang bebas.
Para koordinator dari 33 negara pendiri menghasilkan: Deklarasi Caracas, yang memproklamirkan lahirnya CELA; Rencana Caracas yang menentukan dan menetapkan pedoman yang harus diikuti masing-masing negara supaya Komunitas sampai pada tujuan yang dikehendaki; statuta tentang fungsi, proses dan 18 komunikasi penting lainnya, termasuk pendidikan, lingkungan hidup dan pembangunan sosial. Pendapat mayoritas cenderung menyatakan bahwa CELAC adalah forum integrasi di benua ini.
Draft yang dibuat para menteri luar negeri dan panitia CELAC menetapkan bahwa KTT CELAC diikuti oleh Kepala Negara, para Menteri Luar Negeri, dan pertemuan para koordinator tingkat negara. Pertemuan Kepala Negara akan dilakukan di negara yang ditunjuk menjadi pemimpin secara temporal.
Para menteri luar negeri dengan suara bulat memutuskan bahwa Kuba akan menjadi tuan rumah KTT 2013 dan Kosta Rika pada tahun 2014. Sementara KTT CELAC 2012 akan dilakukan di Chile. Tindakan untuk memilih Kuba sebagai tuan rumah CELAC 2013 sebagai protes atas tindakan OEA yang tidak memasukkan Kuba sebagai bagian dari OEA dari tahun 1969 sampai 2009. Rafael Rocangiolo dari Peru mengatakan, "Ini merupakan pembenaran sejarah atas apa yang terjadi dalam dekada-dekada lalu. Dan Kuba dipilih sebagai simbol inspirasi penyebab lahirnya Komunitas Amerika Latin dan Karibia."
Para menteri luar negeri sepakat bahwa CELAC bisa menolong negara-negara yang dilanda krisis keuangan global, namun mekanismenya belum ditentukan apakah melalui konsensus bersama atau keputusan mayoritas. Menteri Luar Negeri Chile, Alfredo Moreno, mengatakan bahwa Amerika Latin dan Karibia telah menunjukkan kemajuan yang signifikan di wilayah ini, terutama karena negara-negara maju masih berada dalam kesulitan. Ia mengatakan bahwa negara-negara anggota CELAC telah menyiapkan "kekuatan bersama", dan bekerja dalam mekanisme seperti UNASUR (Persatuan Bangsa-Bangsa Amerika Selatan).
Tema yang paling penting untuk dibicarakan juga adalah kelangsungan hidup OEA. Menteri Luar Negeri Ekuador, Ricardo Patino, mengatakan CELAC menggantikan OEA, sebuah ide yang didukung oleh presiden tuan rumah, Hugo Chavez. "Itu adalah tujuan CELAC, menggantikan OEA; isu-isu di wilayah ini harus diselesaikan di wilayah ini,” kata Chavez. Bagi Patino inilah kesempatan untuk meningkatkan dialog tingkat regional dan mengangkat isu-isu penting seperti kehadiran AS di Guantanamo, sebuah isu yang tidak dapat dibicarakan di OEA.
Chavez menyatakan bahwa bersamaan dengan berjalannya waktu, (CELAC) akan meninggalkan OEA yang sudah tua dan usang yang didirikan pada tahun 1948 oleh inisiatif Amerika Serikat. “OEA adalah sebuah organisasi tua yang sudah ompong karena waktu, karena jauh dari semangat masyarakat kita, dari independensi dan integrasi Amerika Latin.


Menteri Luar Negeri Meksiko, Patricia Espinosa, percaya bahwa OEA, yang berbasis di Washington, dan CELAC adalah kekuatan-kekuatan kerjasama dan dialog untuk saling melengkapi. Sementara Menteri Luar Negeri Uruguay, Luis Almagro, OEA dan CELAC "adalah dua hal yang benar-benar beda." Dia mengatakan bahwa OEA memiliki kekuatan dunia dengan cara berdialog yang berbeda, sementara CELAC merupakan gambaran riil dari Amerika Latin dan Karibia "untuk mencapai peluang yang lebih baik di wilayah ini."

0 comments:

Post a Comment

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Sweet Tomatoes Printable Coupons