Wednesday, 14 December 2011

DARI CAJAMARCA-PERU : “AIR MENGHIDUPKAN, EMAS MEMATIKAN”



"Conga tidak pergi" adalah seruan yang menderu selama beberapa hari belakangan ini di Cajamarca. Proyek pertambangan tembaga dan emas yang dikenal sebagai “Proyek Conga” ini mengancam empat danau besar, sistem perairan pegunungan Andes dan merusaka aliran sungai, kanal, lahan basah dan ekosistem yang berada di sekitarnya.

"Saudara-saudara tidak mengambil emas, karena tidak makan emas. Berhubungan dengan masalah pertambangan, saya akan memilih pertanian dan peternakan”, kata Presiden Ollanta Humala dalam kampanye pemilihan presiden lalu di tempat yang sama di mana terjadi konflik pertambangan sekarang ini. Ribuan orang telah bergabung dengan masyarakat di sana untuk menolak pertambangan. “Conga tidak pergi”, adalah seruan mereka selama berhari-hari di Cajamarca.

Hasil survei Dampak Lingkungan (AMDAL), membuat proyek tersebut dipertanyakan juga oleh Kementerian Lingkungan Hidup Peru. Proyek pertambangan membutuhkan jumlah air dan energi yang besar. Sejak dari awal proyek ini telah mengancam empat danau besar, sistema perairan pegunungan Andes, aliran sungai, kanal dan lahan basah dan ekosistem di sekitarnya. Untuk menghindari dampak lingkungan yang merusak, perusahaan pertambangan membangun empat waduk buatan: satu waduk untuk kepentingan pertambangan dan tiga waduk untuk kepentingan masyarakat. Penolakan dari masyarakat atas proyek pertambangan ini sangat besar. Menurut badan pertahanan masyarakat Peru, Peru memiliki lebih dari 60 konflik atau sengketa lahan pertambangan yang merusak hábitat air. Hal ini terjadi karena manajemen yang buruk di tingkat nasional untuk menghormati hak-hak masyarakat atas proyek-proyek pertambagan tersebut. Aksi demonstrasi besar-besaran masyarakat menjadi satu-satunya jalan keluar untuk menolakproyek tersebut.


Sebagai presiden, pidato Humala telah mengejutkan masyarakat setempat. "Emas atau air" bukanlah pilihan untuk menghentikannya. Sejauh ini, upaya untuk memadamkan protes damai masyarakat, dilawan oleh pemerintah dengan mengumumkan “keadaan darurat” di empat propinsi di wilayah Cajamarca selama 60 hari. Masyarakat merasa tersinggung karena hak-hak individu dibatasi. Pemerintah sendiri telah mengirimkan 3000 tentara dan 5000 polisi unit khusus. Dalam bentrokan di mana masyarakat mempertahankan danau mereka, seorang warga kehilangan ginjal dan akan menjadi cacat seumur hidup. Untuk menolongnya, korban sudah dibawha ke rumah sakit di Chiclayo. “Polisi menembak korban dari belakang! Tidak benar apa yang dikatakan menteri dalam negeri bahwa polisi menggunakan peluru karet!”, kata seorang saksi mata.

Tanggal 6 Desember malam, para pemimpin demonstrasi dari Front Pembela Cajamarca pergi ke Lima untuk bernegosiasi. Tetapi ketika mereka tiba di Lima, mereka ditangkap dengan dalil demi "keamanan negara". Para aktivis ini akhirnya menghabiskan beberapa jam hidup mereka dalam tahanan. Namun mereka dibebaskan karena tekanan dari Kongres dan aktivis hak asasi manusia. Usaha pertama untuk berdialog telah gagal karena masyarakat menolak wakil pemerintah yang menolak disposisi masyarakat atas penolakan mereka terhadap pertambangan tersebut.

Cajamarca:
Cajamarca adalah sebuah daerah yang kaya akan pertambangan di Peru. Di daerah ini terdapat 9 perusahaan pertambangan terkemuka di Peru: Gold Fields la Cima S.A.A., Factoria Industrial S.A.C., Angeles Mineria y Construccion S.A.C., Pervol, Los Sauces Maquimarias E.I.R.L., Box Sport Corporacion Textil S.R.L., F & L Pervol Servicios Generales S.R.L., Agregados Margarita y Servicios Generales S.R.L., Minera Yanacocha S.R.L.. Proyek Pertambangan Conga adalah proyek pertambangan perusahaan pertambangan “Minera Yanacocha SRL”, yang merupakan anak perusahaan New Mont. Daerah Cajamarca ini menerima investasi sebesar US$ 20.000 juta. Proyek Conga melakukan investasi sebesar US$ 4.800 juta.


Hal yang menarik: daerah kaya emas ini ternyata memiliki masyarakat yang sangat miskin. Sebanyak 54,5% masyarakat Cajamarca adalah miskin, dan 14,8% berada dalam situasi kemiskinan yang ekstrim. Data lain menunjukkan bahwa satu dari setiap tiga anak di wilayah ini menderita kurang gisi kronis dan 60% anak mengalami anemia.

Sampai sekarang, situasi di Cajamarca telah tenang kembali. Dialog antara pemerintah dan masyarakat yang sebelumnya sempat terhenti akhirnya dimulai kembali. Pemerintahan Ollanta Humala sendiri, merombak kabinetnya karena “tidak mampu” mengatasi masalah di Cajamarca ini. Proyek inklusi sosial, di mana masyarakat miskin menjadi perhatian utama proyek pemerintah, mendapat tantangan karena mereka juga membutuhkan dana untuk membangun infrastruktur di daerah ini. Dana untuk itu tidak lain tidak bukan dari pertambangan. Dengan kata lain pemerintah membutuhkan pertambangan untuk membangun masyarakat dari kemiskinan. Karena itu Ollanta Humala tetap memilih untuk mempertahankan air dan emas. Sementara masyarakat menolak premis pemerintah ini, karena buktinya masyarakat Cajamarca tetap saja miskin dari dulu. Berbagai industri pertambangan di daerah ini, belum memberikan dampak positif bagi masyarakat. Karena itu dalam dialog baru-baru ini Presiden Ollanta Humala menyatakan bahwa dia akan merealisasikan berbagai proyek infrastruktur penting bagi perkembangan masyarakat Cajamarca, terutama dalam bidang pembangunan jalan raya, pendidikan dan akses terhadap kesehatan bagi masyarakat kecil di wilayah ini. Ollanta berjanji bahwa dia akan membangun kembali 2.227 km jalan di wilayah ini dengan mengalokasikan dana sebesar 2.483 juta soles (1 dólar US = 2,69 Soles). Selain itu dia juga menjamin bahwa dalam 30 tahun ke depan wilayah Cajamarca tidak akan mengalami kesulitan air.

0 comments:

Post a Comment

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Sweet Tomatoes Printable Coupons