Wednesday, 23 November 2011

KEKUATAN RUSIA DI AMERIKA LATIN


Sejak berakhirnya perang dingin tahun 1989, dengan kekuatan bipolarnya, Rusia mulai menata kembali keterlibatannya dalam geopolitik dunia. Kali ini Rusia tidak lagi muncul dengan ideologi politik komunisme. Belajar dari pengalaman, Rusia membangun kembali kekuatan internasionalnya dengan pragmatisme geopolitik dan ekonomi yang mendalam, dalam realitas internasional yang multipolar. Sedikit demi sedikit Rusia mulai kembali “menaklukkan” dunia.

Bagi Rusia Amerika Latin merupakan lahan yang baik untuk menjaring kekuatan internasionalnya. Situasi politik Amerika Latin yang dipenuhi oleh pemerintahan yang beraliran kiri dan “sedikit” anti Amerika, membuat Rusia bisa diterima dengan lapang dada di wilayah ini. Investasi dan bisnis yang Rusia tanam di Amerika Latin (bersaing dengan China) membuat kekuatan mereka semakin dirasakan di Amerika Latin.


Berbeda dengan pendekatan yang mereka lakukan dalam Perang Dingin, kali ini pendekatan Rusia ke Amerika Latin lebih didasarkan pada kenyataan dunia bisnis walaupun ada afiliasi ideologis yang dibangun. Dalam dunia “sumber energi” Rusia sudah melirik Amerika Latin dengan melakukan investasi dalam dunia eskploitasi pertambangan dan perminyakan. Untuk menjaga sumber-sumber energi di masing-masing negara di Amerika Latin, mereka membutuhkan senjata. Aliran senjata dari Rusia dengan beberapa negara di Amerika Latin membuat relasi Rusia di kawasan ini semakin menguat. Aliran investasi dalam dunia energi dan pertambangan baik dari pihak negara maupun swasta di Rusia, aliran senjata dan afiliasi ideologi, membuat kekuatan Rusia semakin dirasakan di Amerika Latin. Negara-negara seperti Brasil, Cuba, Mexico, Chile, Ecuador dan Venezuela membuka kerjasama yang penting dengan Rusia, dalam bidang persenjataan, pertambangan dan perminyakan.


Pemerintahan Kremlin melihat pentingnya kehadiran mereka di Amerika Latin dalam posisi geo-strategis terutama dalam mengimbangi kekuatan kekuasaan militer Amerika Serikat di wilayah ini. Tidak mengherankan mereka membangun kerjasama militer atau persenjataan dengan beberapa negara di wilayah ini. Venezuela misalnya memanfaatkan kerjasama dengan Rusia, tidak hanya dalam bidang militer dan persenjataan tetapi juga dalam kerjasama ideologis. Latihan militer bersama antara Venezuela dan Rusia baik Angkatan Darat dan Laut menjadi ancaman konkrit bagi Amerika Serikat baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Tidak hanya itu, Venezuela bahkan membuat kontrak pembelian senjata dari Rusia senilai US$ 30.000 juta selama lima tahun ke depan.


Akhirnya pencarian Rusia untuk menjadi salah satu kekuatan dunia yang baru mendapat tempat yang baik di Amerika Latin. Kerjasama ekonomi dengan Brasil dalam kelompok BRIC (Brasil, Rusia, India dan China); dengan Chile, yang juga merupakan salah satu kekuatan ekonomi baru di Amerika Latin; dengan Ecuador dan beberapa negara lainnya di kawasan Amerika Latin; membuat kekuatan Rusia di wilayah ini semakin dirasakan. Persaingan antara Rusia dan China dalam membangun kekuatan internasional dalam segala bidang di kawasan ini sangat dirasakan. Situasi ini juga dimanfaatkan oleh negara-negara Amerika Latin yang mulai melirik kekuatan diluar Eropa dan Amerika Serikat yang lagi dilanda krisis.

0 comments:

Post a Comment

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Sweet Tomatoes Printable Coupons