Monday, 21 November 2011

CHILE: KETIKA PENDIDIKAN DIJUAL.


Di Chile tidak ada istilah “warganegara”. Yang ada adalah “konsumen”. Karena negara Chile diatur dan dibentuk seperti “pasar”. Masyarakat dipaksa untuk memiliki utang karena tekanan atau kekuatan finansial (ekonomi) pasar. Termasuk pendidikan juga harus dikomersialkan untuk mendapat keuntungan. Itulah yang dihadapi oleh masyarakat Chile sekarang ini; terutama dalam bidang pendidikan yang diprotes keras oleh para mahasiswa di Chile.

Sejak perubahan “Sistem Pendidikan” yang dilakukan oleh Presiden Augusto Pinochet (1973-1990), gelombang protes mahasiswa dalam dunia pendidikan di Chile meningkat sebanyak 40 kali. Sistem pendidikan di Chile sejak zaman Pinochet diserahkan kepada pihak swasta dan dikuasai oleh jaringan pengusaha yang mencari keuntungan dalam bisnis pendidikan.

Gelombang protes mahasiswa dan siswa sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 2006, yang pada saat itu lebih dikenal dengan gelombang protes mahasiswa “Revolución Pinguina”, karena seragam anak-anak sekolah menengah yang melakukan protes berwarna seperti pinguin. Hasil prostes ini terbentuklah LOCE (Ley Orgánica Constitucional de Enseñanza = Hukum Konstitusional Pengajaran) yang pernah diajukan kepada Pinochet, empat hari sebelum dia turun dari tahtanya. Hukum ini kemudian diganti dengan Ley General de Educación (Hukum Umum Tentang Pendidikan), yang menurut banyak kalangan tidak mengubah apa-apa dari LOCE. Sebuah produk hukum “ganti baju” tetapi isinya sama.

Sejak “Revolusi Pinguin”, masalah pendidikan mendapat tempat dalam diskusi masyarakat bahkan dalam keluarga di Chile. Dari sini berkembanglah rasa “ketidaknyamanan” pribadi (keluarga) menjadi “ketidaknyamanan” publik untuk menolak sistem pendidikan negara yang sangat mahal.
Sekarang ini hanya 40% dari anak sekolah di Chile yang masuk sekolah publik gratis, sementara yang lainnya harus bayar. Di tingkat universitas, tidak ada yang gratis. Hanya 25% biaya pendidikan yang dibiayai oleh negara dan 75% dibiayai sendiri oleh mahasiswa.

Terhadap tuntutan para mahasiswa ini, pemerintahan Sebastian Piñera malahan berusaha untuk “mendesligitimasikan” tuntutan para mahasiswa dengan menuduh tuntutan mahasiswa inkonstitusional dan penuh kekerasan. Pihak pers, yang sebagian besar berada di pihak Piñera, juga membesar-besarkan aksi kekerasan mahasiswa tanpa melihat tujuan yang hendak dicapai oleh mahasiswa. Tidak mengherankan bahwa akhirnya pemerintah menuduh bahwa aksi mahasiswa ini disusupi atau didukung oleh kelompok radikal yang ingin membawa kekacauan di Chile. “Demi kestabilan negara” mereka harus dibawa ke “penjara”.

Chile dan Uruguay adalah negara-negara yang paling tinggi PBInya di Amerika Latin. Ironis sekali bahwa Chile juga termasuk salah satu dari 15 negara yang paling “tidak adil” karena “ketidaksamarataan” dalam mendistribusikan hasil pembangunan negara. Tidak mengherankan biaya pendidikan di Chile merupakan salah satu negara yang memiliki biaya pendidikan tertinggi di dunia, dengan biaya rata-rata sebesar US$ 3.400 per tahunnya. Dalam dunia pendidikan umum (milik pemerintah) peningkatan hampir 100%. Data dari Organisasi Kerjasama dan Pembangunan Ekonomi (OCDE = Organización para la Cooperación y Desarrollo Económico) biaya pendidikan di Chile adalah yang termahal di dunia: 22.7% PIB hanya digunakan untuk biaya pendidikan; dan jumlah ini melebihi negara Amerika Serikat, Inggris, Australi dan Jepang. Bank Dunia bahkan menyatakan bahwa akibat “ketidaksamarataan” dalam membagi hasil pembangunan sangat terlihat dalam “biaya pendidikan” di Chile. Tanpa melebih-lebihkan apa yang terjadi, tidak mengherankan bahwa pendidikan di Chile hanya diperuntukkan untuk orang yang memiliki duit. Karena masyarakat yang tidak memiliki penghasilan cukup tidak bisa mendapat pendidikan yang pantas seperti orang yang memiliki penghasilan yang lebih. Atau mereka bisa sekolah ke tingkat yang lebih tinggi tetapi harus berutang kepada negara atau badan-badan yang menolong mereka secara finansial.


Perdebatan pendidikan di Chile adalah penerapan Hukum Pendidikan terhadap pengusaha-pengusaha yang menguasai dunia pendidikan. Tujuan pengusaha dalam dunia pendidikan adalah mendapat keuntungan. Tidak mengherankan pendidikan bagi mereka adalah “bisnis”. Pendidikan bagi mereka tidak berhubungan dengan rasa keadilan masyarakat ataupun hak-hak asasi masyarakat untuk mendapat pendidikan yang layak dari negara. Sangat disesalkan bahwa pemerintah tidak berbuat banyak untuk sistem pendidikan yang adil bagi masyarakat di Chile. Tekanan dari hampir 70% masyarakat, dan dukungan internasional seperti UNESCO, Bank Dunia danOCDE tidak diperhatikan oleh pemerintahan Piñera. Pemerintahan ultra kanan Piñera yang menyusupi berbagai sektor bahkan parlemen, yang membuat undang-undang, merupakan kaki kanan Piñera. Harapan untuk membuat perubahan dalam dunia pendidikan Chile semakin sirna. Berdasarkan hukum yang dibuat tahun 1980 di Chile, mereka yang mengganggu kepentingan masyarakat bisa ditahan demi kestabilan negara. Walaupun sekarang mereka dihadapi dengan hukum “demi kestabilan negara”, para mahasiswa tetap memiliki semangat bahwa “negara transandino” tersebut akan mendengarkan suara mereka, dan tidak membiarkan bahwa negara Chile dimiliki oleh kaum kapitalis yang tidak memiliki hati nurani.

0 comments:

Post a Comment

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Sweet Tomatoes Printable Coupons