Tuesday, 4 October 2011

Peru: GEREJA PERU MEMOHON KEPADA "SEÑOR DE LOS MILAGROS" SUPAYA UMAT KATOLIK PERU MEMPERTAHANKAN BUDAYA KEHIDUPAN


Uskup Auxiliar Lima (Perú), Mgr. Raúl Chau, hari Minggu lalu meminta kepada Señor de los Milagros supaya melihat dengan penuh kasih sayang negara Peru, menolong pemerintah untuk membangun perdamaian, persatuan, menciptakan kebaikan umum, pertolongan bagi orang yang sangat membutuhkan dan mempertahankan nilai-nilai kehidupan. Uskup ini melakukan permohonan ini dihadapan Senor de Los Milagros dalam sebuah Misa Kenegaraan yang dilakukan di Katedral Lima dihadapan para pemimpin Peru dan masyarakat yang mengikuti Devosi kepada Señor de Los Milagros.

“Kita terus berdoa untuk negara kita supaya benih kebencian dibuang, kejahatan dihancurkan dan perdamaian bertahta. Supaya kita meninggalkan semua hal yang bisa memecahkan kita sebagai orang Peru dan kita mencari kebenaran, kita mencari cara untuk membangun Peru yang bersatu, supaya jarak antara yang miskin dan kaya diperpendek, supaya kita bersatu untuk membangun sebuah jaringan perdamaian”, kata Mgr. Raúl. Intensi-intensi tersebut merupakan situasi riil masyarakat Peru sekarang ini, di mana jarak antara yang kaya dan miskin semakin lebar, tingkat kejahatan semakin meningkat, friksi antara partai politik yang bisa memecahkan masyarakat dll.

Mgr. Raúl Chau juga menggarisbawahi devosi cinta umat kepada Señor de los Milagros, “replika yang kita cintai ini adalah Tanda devosi orang Lima yang berbicara kepada kita tentang iman, cinta kasih dan belas kasihan. Devosi kepada Señor de Los Milagros telah berkembang melewati batas-batas negara dan ini bisa menjadi simbol persatuan dan identitas orang Peru. “Di mana ada orang Peru, di sana ada devosi kepada Señor de los Milagros; baik itu di Roma, Milan, New York, Madrid, Tokyo, Swiss, Chile, Brasil, Canada atau negara apa saja”, kata Mgr. Chau.

Selain Devosi kepada Señor de los Milagros, Negara Peru juga terkenal dengan dua santo besarnya yakni Santa Rosa de Lima dan Santo Martin de Porres. Makam kedua Orang Kudus ini terdapat di Biara Santo Domingo, tidak jauh dari Katedral Lima. Di sini terdapat biara Dominican. Tempat ini juga terkenal sebagai tempat lahirnya pemikiran-pemikiran “Teologi Pembebasan”; tempat di mana Gustavo Guttierez, tokoh sentral Teologi Pembebasan, merenungkan pemikiran-pemikaran teologisnya.

0 comments:

Post a Comment

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Sweet Tomatoes Printable Coupons