Tuesday, 4 October 2011

Brasil: "PERGERAKAN TANPA TANAH" MENDUKUNG AGRO-EKOLOGI DAN PERTANIAN KELUARGA


Pergerakan para petani yang tidak memiliki tanah, yang bergabung dalam Movimiento Sin Tierra (MST= Pergerakan Tanpa Tanah) di Brasil telah menunjukkan hasilnya. Di 24 negara bagian Brasil sebanyak 400.000 keluarga telah memiliki tanah milik mereka sendiri untuk menyokong kehidupan ekonomi rumah tangga mereka. Pergerakan ini akhirnya menjadi salah satu gerakan penting untuk kegiatan sosial bagi masyarakat sipil di Amerika Latin sekarang ini. Namun demikian, tantangan yang mereka hadapi juga semakin besar: Bagaimana membuat organisasi ini menjadi sebuah organisasi massa yang besar dan bagaimana mengadaptasikan organisasi ini dengan kehidupan ekonomi dan politik yang dihadapi oleh negara? Salete Carollo yang adalah anggota koordinasi nasional MST menyatakan bahwa, “dasar perjuangan bagi pergerakan sosial di pedesaan sedang berubah di Brasil”. Pergerakan sosial seperti ini harus mulai memperhatikan: dasar pergerakan mereka; metode dan taktik pergerakan; pendidikan internal sebagai prioritas pergerakan; politik aliansi dan jenis dialog yang dikembangkan dengan masyarakat lain.



Sudah sejak MST selalu mendapat perlawanan dari "tuan-tuan tanah nasional". Tapi sekarang ini mereka harus menghadapi kekuatan "tuan-tuan tanah internasional" lewat perusahaan-perusahaan transnasional yang berkeliaran di Brasil. Memperebutkan hak kepemilikan tanah dengan perusahaan-perusahaan transnasional yang besar, membuat MST harus membuat taktik atau cara baru dalam perjuangan mereka. Karena itu mereka harus memperbaharui dasar perjuangan mereka. Misalnya pengrusakan alam yang dibuat oleh perusahaan-perusahaan merupakan basis baru untuk menyerahkan penguasaan tanah kepada pertanian yang tidak merusak lingkungan.


Selain itu kerjasama dengan organisasi petani lainnya di pedesaan membuat aksi mereka semakin diterima di tengah masyarakat. Misalnya dalam pembuatan jalan di pedesaan, persatuan berbagai organisasi petani membuat kekuatan mereka untuk bernegosiasi dalam memiliki hak atas tanah semakin kuat. Bahkan tanah-tanah yang belum dikelolah bisa diberikan kepada para petani dan tidak dijadikan komoditi politik oleh pemerintah seperti pada masa-masa sebelumnya.


Dilain pihak organisasi MST juga melakukan dialog aktif dengan berbagai sektor yang mendukung pertanian dan pedesaan. Misalnya dalam bidang pendidikan dan kebudayaan mereka diajarkan untuk memahami apa yang disebut dengan “racun pertanian” akibat penggunaan berbagai zat kimia yang tidak proporsional. Misalnya dari penelitian yang diberikan kepada MST dinyatakan bahwa dalam setahun terdapat lima liter bahan beracun yang terdapat dalam makanan bagi setiap orang Brasil. Brasil sekarang menjadi konsumen produk beracun dunia, yang tiba di Brasil melalui perusahaan-perusahaan transnasional yang mendedikasikan usaha mereka pada bidang agro-eksportasi. Dalam kenyataannya hasil usaha mereka ini tidak hanya diekspor tetapi juga dijual di Brasil.


Berhadapan dengan pemerintahan Dilma Rousseff, MST mendapat dukungan yang luar biasa. Pada awalnya MST menyangka bahwa pemerintahan Dilma, seperti pemerintahan Lula Da Silva, tuntutan MST tidak pernah akan didengarkan. Karena dalam masa pemerintahan Lula, Reforma Agraria yang diharapkan tidak pernah ditanggapi secara positif. Namun demikian setelah melakukan mobilisasi besar-besaran bulan Agustus lalu, di mana hadir kurang lebih 50.000 orang di Brasilia, akhirnya MST didengarkan oleh Presiden Dilma Rousseff. Bahkan sejak saat itu dia mengorientasikan politik pemerintahannya ke sektor pertanian. Dia menjadikan masalah “reforma agraria” sebagai agenda pribadinya. Dia memutuskan untuk memberikan 400 juta real atau sekitar 220 juta dólar Amerika Serikat untuk membeli tanah yang kemudian diserahkan kepada para petani yang tidak memiliki tanah dari MST. Dia juga menerima sebuah proposal Program Pendidikan yang sudah kami tuntut sejak bertahun-tahun sebelumnya dan lebih dari semuanya itu Dilma Rousseff bahkan memberikan dukungan lebih daripada yang diharapkan.


Walaupun mendapat dukungan pemerintah, itu tidak berarti MST hanya menunggu gebrakan pemerintah. Seperti di setiap negara, masyarakat juga harus menuntut dan mengawasi pemerintah supaya apa yang dijanjikannya bisa dirasakan oleh masyarakat. Proyek pembangunan pedesaan yang dikembangkan oleh Dilma Rousseff misalnya; dia menolak model agro-eksportasi seperti yang dikembangkan oleh Lula Da Silva. Dia bahkan menjaga supaya pertanian keluarga tetap eksis seperti yang dikembangkan oleh MST. Dan inilah jalan untuk menghapus kemiskinan di daerah pedesaan di Brasil. Usahanya ini ditolak oleh perushaan-perusahaan transnasional. Karena itu dia membutuhkan dukungan para petani dan masyarakat daerah pedesaan supaya apa yang dicanangkannya bisa berjalan dengan lancar.
Sumber: http://www.alainet.org/active/49804

0 comments:

Post a Comment

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Sweet Tomatoes Printable Coupons