Senin, 05 September 2011

Venezuela: POLITIK VENEZUELA DAN KESEHATAN PRESIDEN HUGO CHAVEZ


Situasi kesehatan Presiden Venezuela, Hugo Chavez, menjadi polemik baik bagi Venezuela sendiri maupun bagi negara-negara lain. Situasi ini telah menimbulkan diskusi yang hangat dan berbagai spekulasi tentang kekuasaan Hugo Chavez. Apalagi tahun depan akan diadakan pemilihan umum di Venezuela.

Semuanya berawal pada bulan Juni lalu, saat di mana Hugo Chavez menunda semua kunjungannya ke negara Brazil, Ecuador dan Cuba. Diperkirakan pada tanggal 10 Juni, Hugo Chavez harus ke Cuba untuk mengatasi kanker yang dideritanya. Sejak tanggal 10 Juni tidak ada berita tentang Chavez. Baru tanggal 20 Juni akhirnya diberitakan dengan jelas bahwa Chavez harus berada di Cuba selama sebulan untuk mengatasi penyakit kanker yang menyerang bagian perutnya.
Keberadaan Chavez selama sebulan lebih di Cuba dan kurangnya informasi yang benar tentang kesehatannya, menimbulkan diskusi besar dalam dunia politik Venezuela. Terutama dalam hal siapa yang memimpin Venezuela apabila Presiden Chavez sakit dan berada di luar negeri lebih dari sebulan. Ada yang mengatakan bahwa wakil presiden harus mengambil alih kepemimpinan, sementara ada juga pihak lain yang mengatakan bahwa presiden bisa menjalankan tugasnya dari luar negeri. Dalam hal ini, berdasarkan Konstitusi Republik Bolivariana Venezuela, yang dimulai saat Chavez berkuasa, tahun 1999 menyatakan bahwa ada dua situasi “ketidakhadiran” presiden: ketidakhadiran absolut dan ketidakhadiran temporal. Ketidakhadiran temporal, yakni ketidakhadiran selama 99 hari. Selama masa ketidakhadiran temporal maka yang berkuasa adalah wakil presiden. Sedangkan ketidakhadiran absolut atau mutlak adalah ketidakhadiran karena meninggal, sakit permanen dan meninggalkan atau melarikan diri dari negara Venezuela. Ketidakhadiran absolut seorang presiden akan diikuti oleh pemilihan umum presiden yang baru. Tetapi jika masa kepresidenannya tinggal dua tahun, maka wakil presiden meneruskan kekuasaan presiden sampai pemilihan presiden berikutnya. Persoalannya adalah untuk menyatakan bahwa seorang presiden tidak mampu lagi untuk memimpin harus mendapat persetujuan Asamblea Nasional yang sebagian besar adalah pendukung Chavez. Asamblea Nasional inilah yang menyatakan bahwa, walaupun Chavez secara fisik tidak hadir di Venezuela, tetapi dia bisa meneruskan kepemimpinannya dari luar negeri. Diskusi ini juga akhirnya menyinggung masalah sistem politik Venezuela di mana wakil presiden ditunjuk oleh presiden.

Setelah berat badannya menurun, dan telah menginformasikan ke masyarakat Venezuela tentang operasi kanker yang dilakukannya melalui TV Cuba, akhirnya Hugo Chavez muncul kembali di depan public Venezuela untuk merayakan 2 abad kemerdekaan Venezuela tanggal 5 Juli lalu. Namun ketidakhadirannya dalam perayaan tersebut di Istana Miraflores, dan Angkatan Bersenjata melakukan desfile tanpa kehadirannya, menimbulkan berbagai spekulasi baru tentang beratnya sakit yang diderita Chavez.

Setelah dia kembali ke Venezuela, Chavez yang dikenal sebagai “hiperpresente” karena kehadirannya dalam lebih dari 2.200 jaringan informasi di Venezuela, akhirnya harus menggunakan “twitter” untuk menunjukkan keberadaannya di tengah masyarakat. Melalui TV Nasional, di mana dia sering tampil membawakan pidato-pidatonya, dia menjelaskan proses-proses yang harus dijalankannya untuk mengatasi kankernya.

Salah satu hal yang membuat Chavez harus tampil di publik saat itu dan kembali ke Venezuela dari semua proses penyembuhannya di Cuba, yang belum selesai, adalah munculnya konspirasi dan perdebatan internal tentang pergantian presiden. Dari berbagai versi yang muncul saat itu misalnya kakak sulung Chavez, yang bernama Adan, yang adalah gubernur di negara bagian Barinas, akan mengambil alih kekuasaan, dan juga beredarnya berita bahwa Angkatan Bersenjata sedang berunding untuk melakukan kudeta atas pemerintahan Chavez. Diluar semua itu, Chavez meratifikasi kabinet ministerial dan kepala militer, serta menetapkan Jaua (wakil presiden) untuk mereorganisir tim kerja untuk etapa baru di Venezuela.

Rumor lain yang membuat Presiden Chavez harus cepat kembali ke Venezuela adalah, kemungkinan transisi politik yang bisa dilakukan sebelun pemilihan tahun 2012. Terhadap rumor ini, Chavez mengatakan bahwa satu-satunya perubahan yang diperkenankan di Venezuela adalah perubahan menuju sosialisme dan menegaskan bahwa dia akan tetap memerintah. Dia juga menyatakan bahwa dia akan mempertahankan pemerintahanya dari setiap kemungkinan untuk menggulingkannya dan menegaskan kembali pencalonan dirinya sebagai presiden karena alasan “kesehatan, pengetahuan, kemanusiaan, cinta dan politis”. Situasi politik ini semakin memanas dengan kehadiran Presiden Chavez di depan publik yang semakin berkurang. Dan ini bisa saja membuat karir kepresidenannya akan berakhir.

Namun demikian, kepemimpinan Chavez yang menjadi “figur sosialisme” abad XXI dan ketidakhadiran figur lain yang bisa memimpin Venezuela, serta kuatnya dukungan publik dan Asamblea Nasional, membuat kekuasaan Chavez tak tergoyahkan. Sementara figur-figur politik oposisi berspekulasi bahwa sakit yang diderita Chavez “dibuat” oleh pemerintah untuk menegaskan pencalonan dirinya pada pemilihan tahun 2012. Para analist menyatakan bahwa hal yang terbaik bagi para oposisi untuk keluar dari situasi menguatnya pencalonan presiden Chavez adalah, terus melakukan perdebatan dalam hal ide tentang kepemimpinan, dengan mengkritisi 12 tahun masa kepemimpinan Chavez, situasi ekonomi Venezuela yang semakin menurun dan berusaha untuk tidak masuk dalam jebakan politik Chavez.

Penyakit yang dihadapi oleh Chavez tidak hanya menyibukkan masyarakat Venezuela, tetapi juga telah menjadi perhatian publik Amerika, khususnya Amerika Serikat dan Cuba. Salah satu negara yang memiliki hubungan yang dekat dengan Venezuela adalah Cuba. Relasi politik dan ekonomi kedua negara sangat kuat dalam kepemimpinan Chavez di Venezuela. Dalam bidang politik dan ideologi ,Chavez membentuk ALBA sebagai alternatif terhadap ALCA yang dibentuk oleh Amerika Serikat. Dalam bidang ekonomi, Cuba mendapat banyak dukungan dari Venezuela. Walaupun sejak tahun 2008, Raul Castro sudah mulai melakukan diversifikasi perdagangan, namun Venezuela merupakan satu-satunya negara yang memiliki relasi bilateral dalam bidang ekonomi yang paling kuat dibangun oleh Cuba. Terutama dalam pertukaran yang didasarkan pada penjualan subsidi minyak Venezuela ke Cuba sebanyak 100.000 barel per hari, yang dibayar oleh Cuba dengan pelayanan medis, guru dan pelatih olah raga, sebagai bagian dari proyek Chavisme dalam mendukung kesamaan sosial dan kualitas kehidupan bagi masyarakat miskin di Venezuela.

Akhirnya, walaupun ada ketidakjelasan dan spekulasi dalam hal kesehatan Chavez, kepopularitasannya tetap pada 50%. Berdasarkan jajak pendapat yang dilakukan oleh Datanalisis: jika pemilihan umum dilakukan sekarang ini di Venezuela, walaupun oposisi belum memiliki calon yang jelas, 31.7% akan memilih Chavez dan 18.8% akan memilih gubernur Negara Bagian Miranda, Henrique Capriles, yang sekarang ini merupakan calon oposisi yang terpopuler. Sementara 21.7% masyarakat berpendapat bahwa seorang presiden bisa mencalonkan dirinya untuk masa kepresidenan yang ketiga kalinya, sedangkan 64.5% menolak. Ini berarti masyarakat menolak pencalonan Presiden Chavez dalam pemilihan umum berikut. Namun demikian Presiden Chavez optimis bahwa dirinya akan menang dan terus mengintensifkan Revolusi Bolivariana Venezuela.

0 comments:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Sweet Tomatoes Printable Coupons