Wednesday, 24 August 2011

Peru: PERDAGANGAN LUAR NEGERI PERU SELAMA SEMESTER PERTAMA TAHUN 2011


SITUASI EKSPOR PERU SELAMA SEMESTER PERTAMA 2011

CCEX -CCL(Pusat Perdagangan Luar Negeri dari Kamar Dagang Lima-Peru) melaporkan bahwa 5.805 perusahaan Peru mengekspor hasil produksi mereka ke 169 negara. Dan produksi Peru masuk ke 14 pasar baru dalam semester pertama tahun 2011.
Antara Januari dan Mei 2011, jumlah ekspor Peru mencapai US$ 21.176 juta dan mencatat perkembangan sebesar 27%. Ekspor ini didukung oleh sektor agropekuario dan tekstil-konfeksi. Menurut CCEX, Korea Selatan menjadi tujuan ekspor yang sangat potensial untuk sektor produksi non-tradisional.

Ekspor barang-barang produksi Peru memasuki beberapa pasar baru dalam semester pertama tahun ini, karena kualitas barang produksi yang dihasilkan dan dinamika yang dilakukan oleh perusahaan. Berdasarkan laporan terakhir dari CCEX-CCL, selama semester pertama tahun 2011, 14 pasar baru membuka pintu bagi ekspor barang produksi Peru dengan jumlah total sebanyak US$ 972.576.

Pasar yang menerima hasil produksi Peru adalah: Gabon (US$ 379.023), Papua New Guinea (US$ 134.156), Monaco (US 72.354), Republik Afrika Tengah (US$ 67.038), Polinesia Prancis (US$ 67.749), Zaire (US$ 58.300), Kepulauan Turcas dan Caicos (US$ 54.668), Uganda (US$ 50.315), Fiji (US$ 38.659), Sierra Leon (US$ 22.683), Guienea Ecuatorial (US$ 21.522), Greenland (US$ 3.105), Nepal (US$ 3.004) dan Rwanda (US$ 2.000)

CCEX juga melaporkan bahwa jumlah perusahaan yang mengekspor barang-barang mereka juga semakin meningkat, dari 5.550 perusahaan menjadi 5.805 perusahaan. Ini berarti mengalami peningkatan sebesar 5%. Ekspor yang dilakukan perusahaan ini ditujukan kepada 169 negara.

EKSPOR MENINGKAT

CCEX-CCL melaporkan bahwa selama 6 bulan pertama tahun ini, ekspor Peru mengalami peningkatan sebesar US$ 21.176 juta, yang berarti mengalami peningkatan sebesar 27% bila dibandingkan dengan kurun waktu yang sama tahun lalu.

Ekspor tradisional mencapai 78% dari total ekspor yang ada; ini berarti peningkatan sebesar 25% atau sebesar US$ 16.582 juta. Barang ekspor tradisional yang paling penting adalah pertambangan: emas mengalami peningkatan sebesar 8%, tembaga meningkat sebesar 48%, timah meningkat 65%; perikanan: tepung ikan meningkat sebesar 18%, minyak ikan sebesar 27%; perminyakan: minyak bumi meningkat sebesar 27%, gas bumi meningkat sebesar 7340%; pertanian: kopi meningkat sebesar 78% dan kapas pima sebesar 3.860%.

Di pihak lain, produksi non-tradisional juga mengalami peningkatan sebesar 33%, yakni sebesar US$ 4.594 juta yang didukung oleh ekspor dari sektor agropekuario, yang meningkat sebesar 31% dan sektor tekstil-konfeksi juga meningkat sebesar 24%.
Sektor agropekuario, yang mewakili 6% dari total ekspor, memiliki barang-barang ekspor penting seperti: mangga, asparagus segar dan kaleng, buah anggur, alpukat segar, susu, paprika dan pisang. Negara-negara tujuan utama dari eskpor agro-pekuario Peru adalah Amerika Serikat dengan total ekspor mencapai 25%, Belanda dengan total ekspor mencapai 16%, Spanyol dengan total ekspor 6%, Ecuador dengan total ekspor 6% dan Prancis dengan total ekspor 4%.

Menurut apa yang dijelaskan CCEX, meningkatnya ekspor dari bidang agro-pekuario karena meningkatnya produksi mangga dan buah anggur segar yang membuat nilai ekspornya meningkat masing-masing sebesar 62% dan 47%. Jumlah ekspor mangga dan buah anggur segar mewakili 17% dari total ekspor agro-pekuario. Dan negara-negara yang menjadi tujuan utamanya adalah Belanda dan Amerika Serikat. Di lain pihak ekspor alpukat segar juga mengalami peningkatan sebesar 36% karena harganya yang meningkat di pasar internasional. Negara tujuan utama ekspor alpukat adalah negara-negara di Eropa, terutama Belanda dan Spanyol.

Menurut CCEX, kualitas alpukat Peru sangat baik karena kualitas tanah dan cuaca yang mendukung perkembangan alpukat dengan baik. Promosi alpukat Peru yang dilakukan Peru di Eropa diharapkan akan meningkatkan ekspor alpukat Peru ke Eropa dalam beberapa tahun ke depan.

Dalam bidang tekstil-konfeksi, yang mewakili 4% dari total ekspor Peru, juga mengalami peningkatan yang positif dalam semester pertama tahun ini. Di antara barang tekstil yang sangat digemari adalah t-shirt kain katún, baju, baju dari alpaca atau dari llama, rok dari kain tenun. Negara tujuan ekspor tekstil-konfeksi Peru adalah Amerika Serikat sebanyak 45%, Venezuela sebanyak 12%, Colombia sebanyak 5%, Brasil sebanyak 5% dan Ecuador sebanyak 4%. CCEX juga menginformasikan bahwa Argentina merupakan pasar yang mengalami peningkatan paling besar dalam pembelian pakaian yakni sebesar 114% kemudia diikuti oleh Brasil sebesar 74%, lalu Colombia sebesar 20%. Sementara permintaan tekstil dari Amerika terus meningkat sebesar 15%, walaupun ada penurunan dalam permintaan tekstil bermerk.

NEGARA TUJUAN EKSPOR

China adalah negara pertama yang menjadi pembeli utama hasil produksi Peru di dunia, dengan 16% dari total ekspor. Permintaan China atas barang ekspor produksi Peru mengalami peningkatan sebesar 26%. Dan tempat kedua adalah Amerika Serikat, 12% dari total ekspor Peru. Diikuti oleh Swiss sebesar 12% dan Canada sebesar 9%.

Sumber: CCEX-CCL (Kamar Dagang Lima-Peru), Empresas y Negocios, Año 10, No. 486.

0 comments:

Post a Comment

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Sweet Tomatoes Printable Coupons