Thursday, 11 August 2011

Honduras: DEMONSTRASI MAHASISWA JUGA MELANDA HONDURAS


Polisi Honduras mengusir beberapa kelompok mahasiswa yang telah menduduki beberapa sekolah publik. Para mahasiswa menduduki pusat-pusat pendidikan untuk menolak sebuah proyek hukum yang bertujuan mengubah sistem pendidikan di Honduras.

Sekolah-sekolah itu diduduki oleh para mahasiswa dengan bantuan para guru. Inisiatif ini dilakukan oleh para mahasiswa sejak satu minggu lalu. Ribuan mahasiswa menduduki kurang lebih 50 pusat pendidikan. Sementara juru bicara pihak Kepolisian, René Maradiaga, mengatakan kepada para wartawan bahwa, di Tegucigalpa kelompok-kelompok mahasiswa ini diusir dengan cara damai. Kurang lebih 48 mahasiswa yang menduduki 8 pusat pendidikan di Tegucigalpa berhasil diusir dengan damai. Saat polisi datang, ribuan mahasiswa lainnya sudah pergi, tinggal 48 mahasiswa yang bertahan. Dan mereka berhasil diusir dengan cara damai.

Maradiaga menyatakan bahwa, diantara para demonstran terdapat beberapa anak-anak kecil, yang nanti akan diserahkan kepada orang tua mereka, setelah menandatangani pernyataan supaya mereka tidak kembali ikut berdemonstrasi. Dalam operasi yang dilakukan polisi, mereka menemukan tumpukan batu dan beberapa barang yang bisa diledakkan dengan bensin, yang nampaknya sudah disiapkan untuk digunakan sebagai bom molotov.

Seorang mahasiswa, yang menutup wajahnya dengan saputangan merah dan hitam, mengatakan kepada para wartawan bahwa, batu-batu itu digunakan mempertahankan diri dari kekerasan polisi, jika polisi mencoba untuk mengusir mereka dengan kekerasan. “Batu-batu itu digunakan untuk menjaga diri dari tekanan polisi. Kami keluar dengan damai dan tenang , dan tidak terjadi kekerasan karena mereka memiliki senjata dan kami tidak berada dalam posisi yang menguntungkan bila terjadi aksi kekerasan”, kata salah seorang mahasiswa.

Para mahasiswa menyatakan bahwa mereka melakukan aksi protes terhadap sebuah produk hukum, yang menurut apa yang dikatakan beberapa sumber, produk hukum itu akan memprivatisasikan pendidikan public (seperti di Chile). Malam sebelumnya, Presiden Parlemen, Juan Orlando Hernandez, menjelaskan bahwa inisiatif itu “belum didiskusikan dan belum disyahkan”, tetapi masih sedang didebatkan dalam komisi-komisi yang ada di parlemen. Hernandez melakukan sebuah pernyataan bagi para mahasiswa, orang tua murid, guru dan berbagai sektor lainnya bahwa, dalam 20 hari ke depan mereka akan mempresentasikan apa yang akan dilakukan terhadap pendidikan di Honduras. Inisiatif yang menjadi tekanan Hernandez adalah memodernisasikan pendidikan negara Honduras, yang merupakan salah satu sistem pendidikan terrendah di Amerika Latin. Secara khusus dia mengatakan bahwa, pendidikan dasar akan diperpanjang dari enam tahun menjadi sembilan tahun, dan tidak akan diberikan kepada tangan swasta.

0 comments:

Post a Comment

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Sweet Tomatoes Printable Coupons