Thursday, 4 August 2011

EMPAT ORANG SERDADU GUATEMALA DIPENJARA SELAMA 6.060 TAHUN


Empat orang serdadu Guatemala masing-masing dijatuhi hukum 6.060 tahun penjara, karena kejahatan pembunuhan terhadap 201 petani di pegunungan Dos Erres tahun 1982. Kejahatan ini merupakan satu dari sekian kejahatan yang paling mengerikan dilakukan oleh pihak militer melawan masyarakat sipil selama perang sipil tahun 1960-1996.

Hukuman dari Pengadilan Alto Riesgo menghukum 6.060 tahun penjara terhadap Daniel Martínez, Manuel Pop, Reyes Collin dan Carlos Carías, mantan serdadu militer elit Kaibil dari Pasukan Militer Guatemala. Hukuman ini mengagetkan banyak pihak, karena ini merupakan hukuman pertama yang dijatuhkan melawan kelompok militer atas kekejaman mereka selama periode perang sipil. Mereka dituduh sebagai penjahat perang karena partisipasi mereka dalam pembunuhan brutal terhadap 201 petani yang tidak bermasalah dan ratusan diantaranya adalah anak-anak.

Kejadian pembantaian ini terjadi tahun 1982, ketika Guatemala dipimpin oleh Jenderal Efraín Ríos Montt, yang sama seperti diktator militer lainnya pada saat itu, memerangi pasukan gerilya pemberontak kiri. Menurut para saksi mata, kejadian itu terjadi di bulan Desember tahun 1982, ketika satu peleton pasukan elit Kaibil melakukan serangan di pegunungan Dos Erres, di mana pada saat itu mereka menyiksa dan membunuh para penduduk yang tidak bersalah di daerah itu. Kejadian ini kemudian menjadi sesuatu yang memalukan bagi militer, karena pemimpin pasukan pemberontak menyatakan bahwa para penduduk di daerah ini bukan pengikutnya, bahkan mereka lebih mendukung pemerintahan militer daripada pasukan pemberontak.

Perang sipil di Guatemala selesai tahu 1996, dengan meninggalkan korban sebanyak 250.000 orang meninggal dalam lebih dari 669 pembantaian (berdasarkan data dari Comisión del Esclarecimiento Histórico). Para keluarga korban pembantaian mengharapkan supaya para militer yang tidak salah, dan selama ini dijatuhi hukuman penjara, supaya mulai diinvestigasi kembali. Sementara Asosiasi Veteran Militer Guatemala menyatakan bahwa mereka tidak akan mengijinkan lagi pengadilan terhadap para serdadu yang terlibat dalam pembantaian dalam perang sipil, karena tugas mereka saat itu “untuk menghancurkan komunisme” di Guatemala. Bulan lalu Amerika Serikat mengekstradisi seorang mantan militer Guatemala, Pedro Pimentel Ríos, karena keterlibatannya dalam pembantaian di Las Dos Erres. Namun pengadilan terhadap serdadu ini dilakukan dalam sidang pengadilan yang berbeda.

0 comments:

Post a Comment

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Sweet Tomatoes Printable Coupons