Monday, 15 August 2011

El Salvador: MANTAN PRESIDEN, ALFREDO CRISTIANI, MENYATAKAN BAHWA SPANYOL TIDAK MENGHORMATI KEDAULATAN EL SALVADOR ATAS KASUS KEMATIAN 6 PASTOR YESUIT


Mantan Presiden El Salvador, Alfredo Cristiani, menyatakan bahwa keputusan Audiencia Nacional Spanyol untuk memproseskan 20 militer El Salvador, atas kematian 6 pastor Yesuit dan dua perempuan yang bekerja bersama mereka tahun 1989, adalah sebuah campur tangan atas kedaulatan nasional.
“Apa yang sedang dilakukan oleh Audiencia Nacional Spanyol memperkosa kedaulatan negara kita, kasus ini sudah diadili di sini dan tidak harus diproses secara hukum di tempat lain”, kata Cristiani, di mana pembantaian itu terjadi saat dia bertahta sebagai presiden. Dia juga menekankan bahwa proses yang dilakukan atas militer El Salvador akan mengancam negara El Salvador, karena membuka kembali “luka-luka” perang sipil yang diderita negara itu dari tahun 1980-1992.

Cristiani, yang sekarang ini menjadi Ketua Partai Arena (Alianza Republicana Nacionalista), mengatakan bahwa selama perang, para militer dan FMLN melakukan kejahatan dan kekerasan atas hak asasi manusia. “Kekerasan dan kematian terjadi di kedua belah pihak, baik di pihak FMLN maupun di pihak Angkatan Bersenjata, karena itu dilakukan atau dibentuk Perjanjian Damai sampai dibentuk sebuah hukum amnistía”, kata Cristiani. FMLN (Frente Farabundo Martí para la Liberación Nacional) adalah kelompok aliran komunis saat itu. Yang berkuasa di Guatemala sekarang ini adalah kelompok kiri ini.

Tahun 1991, sembilan militer diproses secara hukum di El Salvador karena kasus pembunuhan enam pastor Yesuit, tetapi hanya dua dari mereka yang dinyatakan bersalah. Tetapi pada tahun 1993, setelah terbentuk Hukum Amnestia, hukum memihak FMLN. Cristiani menyatakan bahwa, “mereka yang menuntut persoalan ini di Spanyol, tidak berasal dari keluarga para pastor Yesuit yang dibunuh tersebut. Mereka sedang membuka luka lama yang sudah lama ditutup”. Cristiani juga mengeritik Audiencia Nacional de España yang mau mengadili kasus El Salvador tetapi tidak berani mengadili kasus-kasus yang dibuat oleh Diktator Spanyol Jenderal Franco.

Sumberi: http://www.diariolasamericas.com/noticia/126320/1/0/

0 comments:

Post a Comment

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Sweet Tomatoes Printable Coupons