Showing posts with label Maduro. Show all posts
Showing posts with label Maduro. Show all posts

Tuesday, 20 December 2016

KRISIS DI VENEZUELA

Krisis politik, ekonomi dan inflasi melanda Venezuela. Kelompok oposisi yang dipenjarakan, persediaan barang kebutuhan dasar yang semakin menipis dan inflasi yang mencapai tiga digit membuat situasi Venezuela semakin tidak menentu.


Beberapa hari lalu pemerintahan Maduro menangkap dan menahan kurang lebih 300 orang yang dianggap pengacau. Kekacauan itu muncul karena pemerintah mengumumkan akan memberlakukan uang bolivar yang baru. Nilai mata uang bolivar yang semakin kecil karena inflasi dan situasi ekonomi yang tidak menentu membuat Maduro harus menggunakan uang bolivar dengan nominal yang lebih tinggi yakni 500, 1000, 2000, 5000, 10000 dan 20.000 bolivares. Krisis nilai mata uang tersebut menimbulkan keresahan di masyarakat. Masyarakat mau menukar mata uang yang lagi beredar yang tidak memiliki nilai yang besar, dengan mata uang baru. Situasi ini menimbulkan chaos di seluruh Venezuela bahkan di beberapa tempat terjadi penjarahan karena krisis bahan makanan. 

Bank Sentral Venezuela menyatakan bahwa mata uang bolivar baru tiba hari Minggu lalu dari Swiss. Kedatangan mata uang baru tersebut diharapkan memberikan ketenangan bagi masyarakat supaya bisa bertransaksi dengan baik. Wakil gubernur Bank Sentral, Jose Khan, menyatakan bahwa sudah tiba di Venezuela mata uang baru sebanyak 13.5 juta lembar bolivares dari mata uang 500 bolivares yang merupakan mata uang terkecil dari mata uang yang baru. Dia juga menyatakan bahwa dalam bulan ini Bank Sentral Venezuela akan menerima lagi 60 juta juta lembar mata uang. 

Nicolas Maduro menyatakan bahwa situasi chaos mata uang bolivar Venezuela disebabkan oleh tindakan para mafia Kolombia untuk pertukaran di pasar gelap. Karena itu Maduro menutup semua perbatasan negaranya untuk menghindari pertukaran uang gelap yang bisa merugikan negaranya. 


Thursday, 12 February 2015

KETEGANGAN DI VENEZUELA: DARI MINYAK KE MADURO


Venezuela adalah negara kaya minyak di Amerika Latin. Namun demikian masyarakat Venezuela tidak semuanya kaya. Untuk menghilangkan kesenjangan sosial yang ada, pemerintahan Hugo Chavez berupaya supaya distribusi kekayaan di Venezuela semakin merata melalui berbagai program inklusi sosial bagi masyarakat. Program-program sosial tersebut membutuhkan dana yang besar, karena itu Hugo Chavez menasionalisasikan semua sumber daya alam minyak dan hasilnya diperuntukkan bagi masyarakat Venezuela. Kebijakan Hugo Chavez ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat Venezuela. 

Saat harga minyak dunia tinggi, Venezuela menikmati aliran dolar yang begitu tinggi. Semua program sosial pemerintah mendapat dana dari aliran dolar tersebut. Bukan hanya itu, sebanyak hampir 70% kebutuhan hidup masyarakat Venezuela diimpor. Bahkan harga bensin/solar di Venezuela dijual dengan harga yang begitu murah, hanya 0,2 US$ per liter karena mendapat subsidi dari pemerintah. 

Sekarang ini, harga minyak dunia turun, hampir 60% dari harga biasanya. Harga minyak dunia yang turun menyebabkan aliran dolar ke Venezuela juga semakin menurun. Dampaknya sudah mulai dirasakan sekarang ini. Inflasi meningkat sampai 63,3%. Pasokan atau persediaan barang makanan dan kebutuhan-kebutuhan dasar lainnya semakin berkurang. Masyarakat sudah mulai merasakan bahwa kebutuhan dasar mereka sudah mulai jarang. Program-program sosial sudah mulai pelan-pelan dihentikan karena aliran dana sudah mulai berkurang.


 Di tengah situasi ekonomi yang terpuruk, konflik politik antara pemerintahan Maduro dengan pihak oposisi dan mahasiswa terus meningkat. Pemerintahan Presiden Maduro mulai melancarkan aksi bahwa yang membuat persediaan makanan dan kebutuhan dasar semakin berkurang di Venezuela adalah pasar gelap yang didukung oleh pihak oposisi. Beberapa hari lalu, Maduro mulai mengintervensi pasar yang dibuat oleh jaringan toko persediaan “Dia a Dia” dan jaringan farmasi “Farmatodo” dengan memenjarakan beberapa orang penting dari perusahaan tersebut. Mereka dituduh memasukkan barang impor ke pasar gelap dan membuat antrian di toko mereka begitu panjang. 

Tidak hanya itu Maduro juga melancarkan serangan politik ke Joe Biden, Wakil Presiden Amerika Serikat. Joe Biden dituduh mempersiapkan aksi kudeta untuk menyingkirkan Maduro dari tahta kepresidenannya. Selain itu Maduro juga menuduh tiga eks-presiden Amerika Latin yakni Felipe Calderon (mantan Presiden Meksiko), Andres Pastrana (Mantan Presiden Kolombia), dan Sebastian Pinera (Mantan Presiden Chili) yang diundang oleh pihak oposisi ke Venezuela, sebagai “grupos de vagos” (kelompok orang tidak jelas) dan dilarang ke masuk ke Venezuela.  Panitia yang mengundang ketiga mantan presiden tersebut ke Venezuela dituduhnya sebagai kelompok teroris yang menggalang dana dari narkotrafik untuk melancarkan aksi mereka.


 Melihat krisis politik dan ekonomi Venezuela sekarang ini, banyak orang berpaling dan berharap kepada pemerintahan Maduro. Banyak ahli perekonomian melihat bahwa kekayaan yang dimiliki oleh Venezuela selama ini tidak digunakan untuk sesuatu yang produktif oleh pemerintahan Venezuela. Artinya kekayaan tersebut hanya dihambur-hamburkan ke masyarakat miskin tanpa mengajak mereka untuk menghasilkan sesuatu. Bahkan pemerintah memanjakan mereka dengan mengimporkan hampir 70% barang kebutuhan dasar mereka. Program subsidi minyak yang begitu besar membuat pemerintah Venezuela kehilangan dana sekitar $US 10.000 juta setiap tahunnya. Apabila Presiden Maduro mampu mengendalikan alokasi kekayaan minyak bumi Venezuela ke sesuatu yang produktif maka seharusnya Venezuela menjadi negara yang kaya. Krisis seperti sekarang pasti tidak akan terjadi. 

Mengumbar-umbar krisis ekonomi sebagai sabotase politik dan menuduh kaum oposisi seperti yang dibuat oleh Presiden Maduro sekarang ini, hanya membuat situasi di Venezuela semakin tegang. Justru sebaliknya dia harus mengajak pihak oposisi untuk duduk bersama serta mencari jalan keluar mana yang seharusnya dibuat ke depan demi masyarakat Venezuela. Kuba yang merupakan sekutu utama Venezuela sudah merasakan pentingnya relasi yang baru dengan Amerika Serikat karena mereka tidak bisa bergantung lagi dengan Venezuela karena krisis dalam negeri Venezuela. Situasi ini seharusnya dilihat oleh Pemerintahan Maduro untuk merestruturisasi kembali situasi ekonomi dan politik di Venezuela demi masa depan Venezuela yang lebih baik.



Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Sweet Tomatoes Printable Coupons